PNUP dan SMK Negeri 1 Barru Tanda Tangani PKS Penguatan Sinergi Pendidikan Vokasi
(HumasPNUP) – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SMK Negeri 1 Barru. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026 di ruang Direktur PNUP, ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya sebagai bagian dari komitmen PNUP di bawah kepemimpinan Direktur Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., dalam memperkuat kesinambungan jalur pendidikan vokasi dari jenjang menengah ke jenjang pendidikan tinggi vokasi.
PKS ini menjadi dasar pelaksanaan teknis kerja sama antara PNUP dan SMKN 1 Barru dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing lulusan yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 1 (Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak) dan IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus).
Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa PKS merupakan langkah konkret dalam memastikan kerja sama berjalan efektif dan berdampak langsung pada mutu lulusan. "Melalui PKS ini, PNUP memastikan implementasi kerja sama tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghasilkan program nyata yang memperkuat kesiapan lulusan, relevansi kompetensi, serta kesinambungan pendidikan vokasi," ujarnya.
Pelaksanaan PKS ini secara langsung mendukung pencapaian IKU 1 – Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak melalui penguatan penyelarasan kompetensi, peningkatan kesiapan kerja, serta pengembangan program pembinaan dan sertifikasi sejak jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sinergi PNUP dan SMKN 1 Barru diarahkan untuk meningkatkan keterserapan lulusan, kesesuaian bidang kerja, serta daya saing lulusan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Pada aspek IKU 2, implementasi PKS memperkuat pencapaian Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus melalui pengembangan kegiatan pembelajaran berbasis praktik, program pembinaan bersama, kunjungan edukatif, serta keterlibatan siswa dan mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran kontekstual. Skema ini membekali peserta didik dengan pengalaman belajar nyata, pemahaman kebutuhan industri, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Wakil Direktur IV PNUP, Dr. Ir. Nurhayati, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa PKS menjadi instrumen penting dalam memastikan kesinambungan program kerja sama berjalan terstruktur dan berkelanjutan. "PKS ini menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan, serta penguatan kompetensi yang melibatkan dosen, guru, siswa, dan mahasiswa. Seluruh kegiatan diarahkan untuk meningkatkan mutu lulusan dan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Barru, Muhammad Idris, S.Pd., menyampaikan bahwa implementasi kerja sama ini membuka peluang luas bagi siswa SMK untuk memperoleh pembinaan kompetensi dan akses pendidikan vokasi lanjutan. "Melalui PKS ini, siswa kami memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kompetensi, mengenal lingkungan perguruan tinggi vokasi, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan studi lanjut," ungkapnya.
Melalui penandatanganan PKS ini, PNUP menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan kerja sama vokasi secara konkret, terukur, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit utama pencapaian IKU 1 dan IKU 2 serta memperkuat peran PNUP sebagai penggerak sinergi pendidikan vokasi di Indonesia Timur.







