Indonesia–Swiss Luncurkan RESD Fase 2, PNUP Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Energi Terbarukan
(HumasPNUP) — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) secara resmi meluncurkan Renewable Energy Skills Development (RESD) Phase 2 pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, industri, asosiasi, mitra internasional, serta pimpinan perguruan tinggi vokasi.
Peluncuran RESD Fase 2 turut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., sebagai wujud komitmen PNUP selaku salah satu politeknik mitra dalam penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) energi terbarukan guna mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
RESD merupakan kemitraan bilateral Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss yang telah berjalan sejak Desember 2020. Pada RESD Fase 1, program ini berhasil memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi energi terbarukan melalui pengembangan kurikulum berbasis industri, pendirian program studi Diploma 4 spesialisasi energi terbarukan di sejumlah politeknik, serta pelatihan dan sertifikasi tenaga teknis di balai pelatihan vokasi.
Memasuki RESD Fase 2 yang akan berlangsung hingga Desember 2028, cakupan program diperluas dengan melibatkan total 19 mitra lembaga, terdiri atas 10 politeknik dan 9 lembaga/balai pelatihan. Selain teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), RESD Fase 2 juga memperkenalkan kurikulum teknologi penyimpanan baterai guna menjawab kebutuhan industri energi terbarukan yang terus berkembang.
Sebagai mitra RESD, PNUP berperan aktif dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap kerja. Kehadiran pimpinan PNUP pada peluncuran ini menjadi bagian dari dukungan institusional terhadap sinergi pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam mencetak SDM unggul sektor energi bersih.
Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, menyampaikan bahwa keterlibatan PNUP dalam RESD merupakan langkah strategis untuk memastikan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri. "Melalui program RESD, PNUP berkomitmen memperkuat kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan agar mampu berkontribusi langsung dalam mendukung agenda transisi energi nasional," ujarnya.
Program RESD sejalan dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PNUP, khususnya IKU 1 tentang lulusan mendapat pekerjaan yang layak, dan IKU 2 mengenai mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Kolaborasi dengan industri energi terbarukan melalui RESD membuka peluang kerja sama magang, praktik industri, dan rekrutmen lulusan yang mendukung tercapainya target kinerja perguruan tinggi vokasi.
Peluncuran RESD Fase 2 juga dirangkaikan dengan penandatanganan dokumen kerja sama serta talkshow lintas sektor yang menghadirkan perwakilan pemerintah, industri, asosiasi, dan mitra internasional. Diskusi difokuskan pada penguatan kolaborasi pendidikan vokasi dan industri, serta perluasan keterampilan hijau sebagai fondasi transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Melalui kemitraan Indonesia–Swiss dalam RESD Fase 2, BPSDM ESDM bersama seluruh mitra, termasuk PNUP, berharap dapat semakin memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan vokasi nasional yang responsif terhadap kebutuhan industri dan berkontribusi nyata dalam percepatan pencapaian target NZE 2060.










