FDPNI Gelar Rapat Koordinasi Nasional di Makassar, Dorong Transformasi Menuju Polytechnic University
(HumasPNUP) - Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional yang berlangsung selama 9 hingga 12 April 2026 di Makassar. Kegiatan ini dihadiri para direktur politeknik negeri dari seluruh Indonesia, termasuk Politeknik Negeri Ujung Pandang, sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat arah kebijakan pendidikan vokasi nasional.
Rapat koordinasi ini menjadi forum penting dalam membahas posisi dan peran politeknik dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), khususnya terkait wacana transformasi menjadi polytechnic university. Sejumlah agenda strategis menghadirkan narasumber dari unsur legislatif dan pemerintah.
Pada agenda utama, FDPNI menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang membahas posisi polytechnic university dalam draf RUU Sisdiknas. Diskusi dilanjutkan bersama Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, terkait perspektif kementerian dalam transformasi pendidikan tinggi vokasi.
Agenda berikutnya menghadirkan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Bayu Dwi Anggono, yang memberikan pandangan strategis terkait penguatan posisi politeknik dalam kerangka regulasi nasional.
Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah penting dalam menyatukan visi seluruh politeknik negeri di Indonesia. Ia juga menyampaikan komitmen kuat PNUP dalam menghadapi transformasi tersebut.
“PNUP siap bertransformasi menjadi PNUP University sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Transformasi ini bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi juga peningkatan kualitas tata kelola, akademik, serta kolaborasi dengan industri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui forum FDPNI ini diharapkan lahir rekomendasi strategis yang mampu mendorong kebijakan nasional yang berpihak pada penguatan peran politeknik di masa depan.
Selain agenda utama, kegiatan juga diisi dengan rapat tindak lanjut, diskusi, serta evaluasi hasil koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan perumusan rekomendasi bersama sebagai kontribusi FDPNI dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antar politeknik negeri serta menegaskan kesiapan institusi vokasi, termasuk PNUP, dalam bertransformasi menuju ekosistem pendidikan tinggi yang lebih maju dan kompetitif di tingkat global.







