English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Lakukan Kunjungan Benchmarking Pengelolaan BLU di UIN Alauddin Makassar

22 Apr 2026 - 15:48 WITA · 22 Apr 2026 - 16:02 WITA · PUBLIC RELATION · 572

(HumasPNUP) - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan kunjungan benchmarking ke Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam rangka penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur PNUP, Rusdi Nur, dan diterima oleh perwakilan Rektor UIN Alauddin Makassar, Kepala Biro AUPK, Anwar Abubakar, di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PNUP didampingi para Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), Sekretaris Dewan Pengawas, pengelola BLU, serta jajaran pejabat struktural dan non-struktural.

Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan berbasis BLU yang transparan dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya forum diskusi sebagai ruang berbagi pengalaman, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan yang belum berjalan optimal.

“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memperoleh insight terkait pengelolaan BLU, termasuk penerapan remunerasi, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, serta strategi transformasi perguruan tinggi vokasi ke arah yang lebih maju,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah politeknik saat ini tengah diarahkan untuk bertransformasi, termasuk kemungkinan menuju bentuk universitas vokasi, dengan target pengembangan jumlah mahasiswa mencapai 8.000 hingga 10.000 mahasiswa.

Sementara itu, pihak UIN Alauddin Makassar menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka ruang seluas-luasnya bagi PNUP untuk belajar mengenai pengelolaan BLU.

“PNUP merupakan perguruan tinggi vokasi yang sangat strategis dan inovatif. Kami siap berbagi pengalaman dalam pengelolaan BLU yang telah kami jalankan sejak tahun 2008,” ungkap perwakilan UIN Alauddin Makassar.

Sebagai informasi, UIN Alauddin Makassar telah ditetapkan sebagai satuan kerja BLU sejak 20 November 2008 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 330/KMK.05/2008. Bahkan, UIN Alauddin pernah meraih penghargaan sebagai pengelola BLU dengan kinerja terbaik dari Kementerian Keuangan.

Dalam sesi diskusi, Kepala Biro AUPK, Anwar Abubakar, menekankan bahwa kunci utama pengelolaan BLU terletak pada kemampuan institusi dalam mengoptimalkan pendapatan.

“Inti dari pengelolaan BLU adalah bagaimana institusi mampu meningkatkan dan mengelola pendapatan secara optimal. Potensi yang dimiliki harus benar-benar diidentifikasi, baik dari UKT, pemanfaatan aset, maupun kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen pimpinan, strategi pengembangan sumber pendapatan, serta komunikasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian keuangan institusi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan target keuangan. “Target harus realistis dan berbasis pada kemampuan institusi. Jangan menetapkan target tinggi tanpa perhitungan yang matang,” lanjutnya.

Selain itu, penerapan remunerasi juga perlu melalui perencanaan yang cermat. UIN Alauddin sendiri telah menerapkan sistem remunerasi sejak tahun 2017, dengan mempertimbangkan potensi institusi, jumlah mahasiswa, serta dukungan fasilitas seperti rumah sakit dan multi kampus.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, serta kunjungan ke beberapa unit kerja yang terkait dengan pengelolaan BLU di lingkungan UIN Alauddin Makassar.

Kunjungan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat kelembagaan, serta mendorong transformasi pendidikan tinggi vokasi yang adaptif dan berdaya saing. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PNUP dan UIN Alauddin Makassar di masa mendatang.


@poltek_upg