Dari LeX 2023 ke Ladang Jamur: Dosen PNUP Dorong Produktivitas Petani Maros Lewat Pengabdian Masyarakat
(HumasPNUP) - Dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas produksi usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Maros, dosen dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penerapan Mesin Pengayak dan Pencampur Bahan Media Tanam Jamur Tiram untuk Peningkatan Kapasitas Produksi pada Usaha Budidaya Jamur Tiram Rezeki Berkah.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Agustus 2024 ini menjadi bukti nyata hilirisasi hasil Program Learning Express (LeX) 2023, sebuah program kerja sama internasional antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Singapore Polytechnic yang berfokus pada penyelesaian permasalahan masyarakat melalui pendekatan Design Thinking.
Program pengabdian ini dilaksanakan pada usaha budidaya jamur tiram Rezeki Berkah yang berlokasi di Desa Je’netaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Melalui kegiatan tersebut, tim dosen PNUP memperkenalkan mesin pengayak dan pencampur bahan media tanam yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menghasilkan media tanam dengan kualitas yang lebih baik dan seragam.
Kegiatan ini berawal dari Program Learning Express (LeX) September 2023 yang berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2023 di Makassar dan Kabupaten Maros. Program yang merupakan hasil kolaborasi antara PNUP dan Singapore Polytechnic tersebut melibatkan 30 mahasiswa dan 3 dosen fasilitator dari masing-masing institusi. Selama 12 hari pelaksanaan, peserta menjalani berbagai tahapan Design Thinking mulai dari Empathy, Sense and Sensibility, Ideation, Prototyping hingga Co-Creation untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan merancang solusi inovatif yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Salah satu proyek yang dikembangkan dalam Program Learning Express 2023 adalah Project Jamur Tiram yang berlokasi di Desa Je’netaesa. Dalam proyek tersebut, Dr.Eng. Baso Nasrullah, S.ST., M.T., yang saat ini bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian, juga berperan sebagai fasilitator dari PNUP. Bersama mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic, beliau mendampingi proses observasi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha, identifikasi kebutuhan pengguna, hingga pengembangan berbagai alternatif solusi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha jamur tiram. Melalui proses tersebut, tim menemukan bahwa kegiatan pengayakan dan pencampuran media tanam yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu hambatan utama dalam peningkatan kapasitas produksi usaha budidaya jamur tiram.
Berangkat dari temuan tersebut, tim dosen PNUP kemudian mengembangkan solusi teknologi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa mesin pengayak dan pencampur media tanam jamur tiram. Mesin yang dikembangkan mampu mempercepat proses pengayakan dan pencampuran bahan baku, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta meningkatkan kualitas media tanam secara lebih konsisten. Berdasarkan hasil pengujian, mesin tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 372 kilogram per jam sehingga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi proses produksi mitra.
Sebelum diterapkan kepada mitra, mesin terlebih dahulu melalui serangkaian pengujian di Bengkel Mekanik PNUP untuk memastikan seluruh komponen berfungsi secara optimal. Setelah dinyatakan layak digunakan, mesin kemudian diuji langsung di lokasi usaha Jamur Tiram Rezeki Berkah. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi waktu yang signifikan dibandingkan metode yang sebelumnya digunakan oleh mitra.
Selain penerapan teknologi, tim pengabdian juga memberikan pelatihan kepada para petani jamur tiram mengenai cara pengoperasian dan perawatan mesin. Pelatihan ini bertujuan memastikan teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha karena dinilai mampu menjawab kebutuhan mereka dalam meningkatkan produktivitas usaha.
Turut terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah Sitti Sahriana, S.S., M.AppLing., Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP sekaligus Koordinator Program Learning Express PNUP. Dalam pelaksanaan LeX 2023, Sitti Sahriana berperan mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tahap persiapan, survei lokasi, pelatihan fasilitator, hingga pelaksanaan program bersama Singapore Polytechnic. Sebagai Penanggung Jawab KUI PNUP, beliau juga berperan aktif dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Singapore Polytechnic untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program kerja sama internasional tersebut. Keterlibatannya dalam tim pengabdian menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan hasil-hasil Learning Express sehingga ide dan solusi yang lahir dari proses Design Thinking dapat diwujudkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr.Eng. Baso Nasrullah, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan bagaimana hasil identifikasi masalah dan solusi yang dirancang bersama mahasiswa dalam Program Learning Express dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi tepat guna yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Learning Express tidak berhenti pada tahap ide dan prototipe. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kami berupaya mewujudkan solusi yang dihasilkan menjadi teknologi yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka," ujarnya.
Salah seorang pelaku usaha jamur tiram Rezeki Berkah mengungkapkan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh tim PNUP. Menurutnya, mesin tersebut sangat membantu mempercepat proses produksi yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar. Dengan adanya teknologi ini, proses pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien sehingga kapasitas produksi usaha meningkat.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa hasil kerja sama internasional antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Singapore Polytechnic melalui Program Learning Express tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan solusi inovatif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hilirisasi hasil Learning Express menjadi program pengabdian masyarakat ini sekaligus menegaskan komitmen PNUP dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi melalui penerapan teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Maros.
Melalui keberhasilan ini, PNUP kembali menunjukkan bahwa kolaborasi internasional yang dibangun bersama Singapore Polytechnic tidak hanya menghasilkan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Transformasi hasil Project Jamur Tiram dari Program Learning Express 2023 menjadi teknologi yang diterapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional dapat menghasilkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal.






