OJK Sulselbar Gencarkan GERAK Syariah 2026 Bagi Mahasiswa PNUP
(HumasPNUP) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) tahun 2026 yang berlangsung di aula lantai 3 Kampus 1 PNUP, Makasar, Jumat, 27 Pebruari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK Sulselbar untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun generasi cerdas finansial berbasis syariah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., Ia menjelaskan bahwa pimpinan selalu siap merespon dan mendukung pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan termasuk GERAK Syariah dari OJK Provinsi Sulselbar.
"Terima kasih OJK telah membuka jalan dan mengedukasi generasi cerdas finansial melalui GERAK Syariah". Ujarnya saat membuka acara
Menurutnya, kolaborasi Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan syariah kepada generasi.
"Sasaran kegiatan meliputi seluruh mahasiswa dan kali ini mayoritas jurusan akuntansi". Katanya
Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Wilayah Sulselbar, Soedarmanto berharap peran OJK dalam kegiatan GERAK Syariah tahun 2026 memberi dampak nyata dan positif khususnya bagi generasi muda yang cerdas finansial berbasis syariah.
"Peran OJK mengkoordinasikan pelaksanaan bersama lembaga jasa keuangan dan para pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi dan kali ini kami hadir di kampus PNUP". Ujarnya
Lebih lanjut Ia menghimbau untuk terus meningkatkan kesadaran dan penggunaan produk keuangan syariah.
"Semoga kesadaran kita semakin meningkat dan melindungi dari praktik keuangan ilegal". Harapnya
GERAK Syariah 2026 turut menghadirkan Deputi Kepala Wilayah KP BEI Sulselbar bapak Achmad Irfan Ibrahim yang memberikan edukasi tentang cara berinvestasi di pasar modal khususnya investasi syariah serta ibu Arlia Fitri Rahman selaku senior officer Korea Investment dan Sekuritas.
"Kami harap mahasiswa dapat memulai berinvestasi syariah dengan cerdas finansial". Kunci Ahmad Irfan Ibrahim.












