PNUP Gelar Kuliah Tamu Industri: Penguatan Kompetensi Survey dan Pemetaan PLTS
(HumasPNUP) - Program Studi Rumpun Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Industri sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya pada teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri, Rizal Fernandy, CEO PT. Energy Lima Pilar, sebagai pemateri utama dengan topik “Survey dan Pemetaan PLTS”. Materi yang disampaikan berfokus pada proses teknis dan strategis dalam perencanaan instalasi PLTS, mulai dari identifikasi lokasi, analisis potensi energi surya, hingga pemetaan teknis sebagai dasar desain sistem.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin, Prof. Dr. Ir. Syaharuddin Rasyid, M.T., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri dalam menghadapi transisi energi menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan dimoderatori oleh Ayu Fitriah Sapruddin, S.Pd., M.Eng., serta diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi vokasi, yaitu: Politeknik Negeri Bali PEM Akamigas Cepu Politeknik Negeri Jakarta Politeknik Negeri Manado Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama antar Politeknik dalam lingkup Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) berdasarkan perjanjian No: 46/PL8/LN/2022 tentang peningkatan penyelenggaraan kuliah tamu.
Melalui kuliah tamu ini, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai tahapan survey dan pemetaan PLTS yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan proyek energi surya. Selain memperkuat pemahaman teknis, kegiatan ini juga membuka perspektif mahasiswa terhadap kebutuhan kompetensi industri di sektor energi terbarukan.
Diharapkan, kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri melalui program RESD dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam percepatan transisi energi di Indonesia.












