English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Gelar Survei Lokasi Program Learning Express 2026 di Pangkep, Identifikasi Potensi UMKM Lokal

11 Jun 2026 - 12:26 WITA · 11 Jun 2026 - 12:53 WITA · PUBLIC RELATION · 363

(HumasPNUP) - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) melaksanakan Survei Lokasi Pertama Program Learning Express (LeX) September 2026 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada tanggal 8–10 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam rangka persiapan pelaksanaan Program Learning Express, sebuah program kolaborasi internasional antara PNUP dan Singapore Polytechnic yang mengintegrasikan pendekatan Design Thinking dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

Tim survei yang terdiri atas sepuluh dosen dan tenaga kependidikan PNUP dipimpin oleh Sitti Sahriana, S.S., M.App.Ling. selaku Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional PNUP. Kegiatan survei bertujuan mengidentifikasi calon project yang akan menjadi fokus pembelajaran dan pengabdian mahasiswa pada Program Learning Express September 2026.

 

Learning Express merupakan salah satu program internasional unggulan PNUP yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Program ini mempertemukan mahasiswa dan dosen dari PNUP dan Singapore Polytechnic untuk bekerja sama membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pendekatan inovatif yang berpusat pada pengguna (human-centered design). Meskipun pelaksanaannya sempat mengalami penyesuaian selama pandemi Covid-19 pada periode 2020–2022, program ini kembali dilaksanakan secara luring sejak tahun 2023 dan terus berkembang hingga saat ini.

 

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dipilih sebagai salah satu lokasi potensial pelaksanaan Learning Express 2026 karena memiliki berbagai kelompok usaha masyarakat dan UMKM yang memiliki potensi pengembangan. Selain itu, wilayah ini memiliki hubungan historis dengan Program Learning Express karena pernah menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahun 2018 dan 2019 melalui kolaborasi dengan UMKM binaan PT Semen Tonasa.

 

Selama kegiatan survei, tim PNUP melakukan koordinasi dengan Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa. Tim diterima oleh Abbas, S.E., Senior Manager TJSL PT Semen Tonasa, serta Muh. Syahreza Rifti, S.Sos., M.S.M., TJSL and Community Development Junior Officer. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama serta identifikasi kelompok usaha dan UMKM binaan yang berpotensi menjadi project Learning Express 2026. Dalam kesempatan ini pimpinan Unit TJSL menjelaskan tentang program UMKM Naik Kelas yang sedang dijalankan oleh PT Semen Tonasa dalam memberdayakan masyarakat di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melalui program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku-pelaku UMKM. Hal ini berkaitan erat dengan Program Learning Express, Kerjasama antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Singapore Polytechnic yang merupakan kegiatan Community Service yang juga bertujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan mendorong terciptanya solusi yang berkelanjutan dan berdampak sosial bagi masyarakat lokal dimana program Learning Express ini dilaksanakan.

 

Selain melakukan koordinasi dengan PT Semen Tonasa, tim survei juga mengunjungi sejumlah usaha dan kelompok masyarakat di Kecamatan Pangkajene dan Kecamatan Bungoro. Lokasi yang dikunjungi antara lain Usaha Bu Desi yang memproduksi aneka olahan ikan bandeng, UMKM Az Zahra milik Razmila yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan, Kelompok Usaha Pengaplikasian Semen “Parang-Parang” yang dipimpin oleh Fatahuddin, serta Herbamira milik Sahriuni Syam yang memproduksi minuman rempah tradisional.

 

Dari hasil observasi dan diskusi dengan para pelaku usaha, tim menemukan berbagai tantangan yang masih dihadapi, antara lain keterbatasan pemasaran dan promosi produk, pengembangan kemasan, penguatan branding, pemanfaatan teknologi produksi, serta perluasan akses pasar. Berbagai permasalahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dijadikan project dalam Program Learning Express September 2026 sehingga peserta program dapat merancang solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.App.Ling., menyampaikan bahwa survei lokasi merupakan tahapan penting dalam memastikan project yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui survei ini, kami memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan project yang akan diangkat pada Program Learning Express September 2026 sehingga solusi yang dihasilkan nantinya dapat lebih relevan, aplikatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Hasil survei lokasi ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam tahap Familiarization Trip (Recce Trip) dan proses finalisasi project yang akan digunakan pada Program Learning Express September 2026. Melalui kegiatan ini, PNUP kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pendidikan vokasi yang berdampak.


@poltek_upg