English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Cetak Trainer Nasional Pembelajaran Transformatif Pertama dari Indonesia Timur

12 Jun 2026 - 10:37 WITA · 12 Jun 2026 - 12:48 WITA · PUBLIC RELATION · 371

(HumasPNUP) - Sivitas akademika Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Dr. Eng. Arman, S.T., M.T., dosen PNUP, berhasil menyelesaikan dan dinyatakan lulus dalam Program Training of Trainers (ToT) Pembelajaran Transformatif di Level Mata Kuliah yang digelar oleh Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Atas keberhasilan tersebut, Arman memperoleh sertifikat resmi dan ditetapkan sebagai Trainer Nasional Pembelajaran Transformatif—sebuah program strategis pemerintah untuk menyiapkan fasilitator perubahan pembelajaran di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Capaian ini terasa makin istimewa karena Arman tercatat sebagai satu-satunya dosen vokasi dari Indonesia Timur yang berhasil menuntaskan program nasional bergengsi tersebut.

Keikutsertaan Arman dalam program ini tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan PNUP melalui Surat Tugas Direktur Nomor 9780/PL10.1.1/DV.05.03/2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. Dukungan institusional ini memungkinkan Arman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan—dari pelatihan daring, pelatihan luring, hingga kegiatan pengimbasan—yang berlangsung hampir satu bulan penuh.

Program ToT Pembelajaran Transformatif dilaksanakan secara berjenjang: 13–15 Mei 2026 untuk kegiatan daring, 16–18 Mei 2026 untuk kegiatan luring, dan dilanjutkan kegiatan pengimbasan pada 19 Mei hingga 10 Juni 2026. Sepanjang program, peserta menjalani pembelajaran intensif dengan total 135 Jam Pelajaran (JP), mencakup kebijakan dan arah strategis pembelajaran transformatif, konsep dasarnya, desain dan fasilitasi pembelajaran, asesmen, praktik baik dan pengimbasan, hingga sesi berbagi pengalaman dan refleksi.

Pembelajaran transformatif merupakan pendekatan baru yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbeda dari pendekatan konvensional yang menekankan penguasaan materi, pendekatan ini mendorong perubahan cara berpikir, cara pandang, sikap, nilai, dan perilaku mahasiswa agar tumbuh menjadi individu yang adaptif, reflektif, dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Implementasinya mengikuti empat tahapan utama. Pertama, Trigger (Pemicu)—menghadirkan persoalan atau pengalaman nyata yang menggugah kesadaran mahasiswa. Kedua, Reflection (Refleksi)—mengajak mahasiswa melakukan refleksi kritis atas pengalaman dan asumsi yang dimiliki. Ketiga, Action (Aksi)—menerapkan hasil refleksi ke dalam tindakan nyata, proyek, inovasi, atau solusi berdampak. Terakhir, Integration (Integrasi)—proses internalisasi pengalaman belajar menjadi bagian dari karakter, nilai, dan identitas profesional mahasiswa.

Menurut Arman, pendekatan ini sangat relevan dengan karakter pendidikan vokasi yang selama ini menitikberatkan pembelajaran berbasis praktik dan pemecahan masalah nyata. "Pembelajaran tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tetapi soal kemampuan mahasiswa menghubungkan ilmu dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Lebih jauh, pembelajaran transformatif memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Tahun 2026. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong aktif dalam proyek nyata, magang, penelitian terapan, kewirausahaan, kolaborasi dengan industri, hingga pengabdian kepada masyarakat—aktivitas yang mendukung peningkatan kualitas lulusan, kerja sama industri, hilirisasi inovasi, publikasi, kontribusi terhadap SDGs, serta penguatan tata kelola perguruan tinggi.

Penetapan Arman sebagai Trainer Nasional menjadi modal penting bagi PNUP dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran transformatif secara lebih luas. Dengan status barunya, Arman kini mengemban mandat untuk melakukan pengimbasan, pendampingan, dan berbagi praktik baik kepada dosen maupun institusi pendidikan tinggi lain, agar transformasi pembelajaran berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., yang sebelumnya telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kompetensi dosen dan transformasi pendidikan tinggi, menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa PNUP terus mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menuju perguruan tinggi yang berdampak, inovatif, dan berdaya saing global.

Dengan capaian ini, PNUP tidak hanya memperoleh representasi pada program strategis nasional, tetapi juga semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi pelopor implementasi Pembelajaran Transformatif di Indonesia Timur—langkah yang diharapkan melahirkan lulusan unggul secara akademik dan teknis, sekaligus berkarakter pemimpin, adaptif, dan peduli terhadap tantangan masa depan.

 


@poltek_upg