English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP & Singapore Polytechnic Jajaki Potensi UMKM Pangkep untuk Learning Express 2026

25 Jun 2026 - 15:55 WITA · 25 Jun 2026 - 15:59 WITA · PUBLIC RELATION · 319

(HumasPNUP) - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Singapore Polytechnic menggelar Familiarization Trip (Recce Trip) pada tanggal 23–25 Juni 2026 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Survei Lokasi Program Learning Express (LeX) September 2026 yang telah dilaksanakan pada tanggal 8–10 Juni 2026 untuk mengidentifikasi calon proyek yang berpotensi menjadi fokus kegiatan Learning Express.

 

Program Learning Express merupakan program kolaborasi internasional antara PNUP dan Singapore Polytechnic yang mengintegrasikan pendekatan Design Thinking dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini mempertemukan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat dan merancang solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

 

Familiarization Trip bertujuan membekali para fasilitator dengan pemahaman mendalam mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, sekaligus memperkuat penjajakan terhadap proyek-proyek calon mitra yang telah teridentifikasi pada tahap survei lokasi.

 

Tim Familiarization Trip terdiri atas Panitia Program Learning Express September 2026 PNUP, fasilitator dari Singapore Polytechnic, Mr. Fan Ay Deng, serta fasilitator dari PNUP, yaitu Ir. Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa, S.T., M.T. dan Nurul Hidjrah Hairuddin, S.S., M.Hum.. Tim Familiarization Trip juga didampingi oleh Muh. Syahreza Rifti, S.Sos., M.S.M., TJSL & Community Development Jr. Officer PT Semen Tonasa, yang memfasilitasi koordinasi dengan kelompok masyarakat dan UMKM binaan PT Semen Tonasa yang menjadi salah satu calon mitra dalam Program Learning Express September 2026.

 

Sebelum keberangkatan menuju Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., berkesempatan bertemu secara langsung dengan fasilitator Singapore Polytechnic, Mr. Fan Ay Deng. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi. Pada kesempatan tersebut, Mr. Fan Ay Deng menyerahkan secara langsung dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara Singapore Polytechnic dan Politeknik Negeri Ujung Pandang yang telah ditandatangani oleh pihak Singapore Polytechnic kepada Direktur PNUP. Penyerahan dokumen tersebut menandai penguatan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan berbagai program kolaborasi internasional, khususnya Program Learning Express yang telah menjadi salah satu program unggulan kedua institusi.

 

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, tim melakukan kunjungan lapangan dan diskusi langsung dengan sejumlah UMKM dan kelompok usaha masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap survei lokasi sebelumnya. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penjajakan antara lain UMKM Az Zahra yang memproduksi berbagai olahan ikan bandeng, UMKM milik Ibu Nini yang mengembangkan produk olahan hasil perikanan berupa ikan kambu dan abon ikan, Herbamira yang memproduksi minuman rempah tradisional, serta Kelompok Usaha Pengaplikasian Semen “Parang-Parang”, salah satu kelompok usaha masyarakat binaan PT Semen Tonasa.

 

Dalam setiap kunjungan, para fasilitator melakukan observasi terhadap proses produksi, pengemasan, pemasaran, pengelolaan usaha, serta berdiskusi dengan para pelaku usaha mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi. Hasil diskusi menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan promosi produk, penguatan identitas merek (branding), pengembangan kemasan, pemanfaatan teknologi produksi, serta perluasan akses pasar. Berbagai tantangan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan proyek dalam Program Learning Express karena membutuhkan pendekatan kreatif dan inovatif yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.

 

Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa Familiarization Trip merupakan tahapan yang sangat penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan Learning Express. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap kondisi masyarakat dan pelaku usaha akan membantu peserta menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP sekaligus Ketua Panitia Program Learning Express September 2026, Sitti Sahriana, S.S., M.AppLing., menjelaskan bahwa Familiarization Trip menjadi tahapan strategis untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap konteks lokal masyarakat sebelum program dilaksanakan. Melalui kunjungan langsung ke lapangan, para fasilitator dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam sehingga solusi yang dihasilkan nantinya tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dan berkelanjutan.

 

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Singapore Polytechnic, PT Semen Tonasa, UMKM lokal, dan masyarakat dalam kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi multipihak yang diharapkan mampu menghasilkan proyek-proyek Learning Express yang memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

 

Sebagai salah satu program internasional unggulan PNUP, Learning Express telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Meskipun pada periode 2020–2022 pelaksanaannya mengalami penyesuaian akibat pandemi COVID-19, program ini kembali dilaksanakan secara luring sejak tahun 2023 dan terus berkembang sebagai wadah pembelajaran kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif bagi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi.

 

PNUP dan Singapore Polytechnic berharap Program Learning Express September 2026 mampu melahirkan inovasi konkret yang berdampak nyata bagi UMKM dan masyarakat Pangkep, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan komunitas lokal dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


@poltek_upg