English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Evaluasi Kurikulum Berbasis OBE, D4 TRKB PNUP Rujuk Standar Sydney Accord demi Lulusan Berdaya Saing Global

08 Jul 2026 - 15:00 WITA · 08 Jul 2026 - 15:26 WITA · PUBLIC RELATION · 50

(HumasPNUP) — Transformasi industri yang menuntut lulusan berkompetensi global mendorong Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan (TRKB), Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), untuk meninjau ulang kurikulumnya. Program studi ini menggelar Webinar Masukan dan Evaluasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) secara daring pada Jumat (26/6), menghadirkan akademisi sekaligus praktisi dari industri migas dan tambang.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Kimia PNUP, Wahyu Budi Utomo, HND., M.Sc., sebagai bagian dari komitmen program studi meningkatkan kualitas kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, perkembangan teknologi, serta standar pendidikan internasional. Webinar dipimpin oleh Ketua Program Studi D4 TRKB, Yuliani HR., S.T., M.Eng., didampingi Ketua Tim Kurikulum, Mimin Septiani, S.T., M.T., dan Sekretaris Tim Kurikulum, Dian Ranggina, S.Si., M.T.

 

Tiga narasumber tampil dalam webinar ini: Iwan Ridwan, S.T., M.T., Ph.D. dari Politeknik Negeri Bandung, Ir. Hendrikus Budyanto, S.T., M.Si., IPM. dari PT Freeport Indonesia, serta Ir. Dwi Winoto, S.T., IPM. dari QatarEnergy LNG – COMP2 Project.

 

Iwan Ridwan menekankan pentingnya penguatan fondasi akademik kurikulum melalui penyusunan Profil Profesional Mandiri (PPM) atau Program Educational Objectives (PEO) yang secara jelas menggambarkan kompetensi lulusan tiga hingga lima tahun setelah kelulusan. Menurutnya, keterlacakan (traceability) antara visi program studi, PPM, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga mata kuliah menjadi syarat agar kurikulum memenuhi prinsip Outcome-Based Education dan mengacu pada standar internasional Sydney Accord. Ia juga mendorong penerapan Project-Based Learning, Case-Based Learning, serta mekanisme evaluasi berbasis Continuous Quality Improvement (CQI) sebagai bagian dari peningkatan mutu berkelanjutan.

 

Ir. Hendrikus Budyanto menyoroti pentingnya kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Pendidikan vokasi, menurutnya, harus menyeimbangkan penguasaan teori dengan keterampilan praktis sehingga lulusan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan teknis, pemecahan masalah, dan kesiapan bekerja di lingkungan industri. Ia menekankan perlunya peningkatan intensitas kerja sama dengan industri agar proses pembelajaran semakin kontekstual.

 

Sejalan dengan itu, Ir. Dwi Winoto menilai transformasi industri menuntut lulusan berkompetensi global. Ia merekomendasikan penguatan integrasi teknologi digital dan perangkat lunak simulasi proses, seperti Aspen Plus dan Aspen HYSYS, dalam proses pembelajaran. Selain kompetensi teknis, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, adaptabilitas, serta keterlibatan aktif industri dan alumni dalam pengembangan kurikulum dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.

 

Secara umum, ketiga narasumber menilai kurikulum D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan telah memiliki fondasi yang baik, terutama pada aspek profil lulusan dan penguasaan ilmu dasar. Meski demikian, integrasi teknologi, penguatan pembelajaran berbasis proyek, peningkatan pengalaman belajar yang sesuai dengan praktik industri, serta keterlibatan pemangku kepentingan dinilai perlu terus diperkuat agar lulusan semakin siap menghadapi tantangan industri global sekaligus memenuhi standar akreditasi internasional.

Webinar ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi D4 TRKB, dengan diskusi yang berlangsung interaktif seputar penguatan kompetensi lulusan, peluang magang di industri dan BUMN, serta pengembangan mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

 

Ketua Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Yuliani HR., S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa seluruh rekomendasi dari para narasumber akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum, melalui penyusunan rumusan PPM/PEO yang lebih komprehensif, peninjauan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE, serta penguatan kolaborasi dengan industri dan alumni dalam proses pemutakhiran kurikulum secara berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan ini, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan PNUP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja guna menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.


@poltek_upg