PNUP Berdayakan Usaha Kemiri Bunga Rezky melalui Penerapan Mesin Pemecah Kulit Kemiri
(HumasPNUP) – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Melalui Program Kemitraan Masyarakat yang didanai Badan Layanan Umum (BLU) PNUP Tahun 2026, PNUP menghadirkan inovasi berupa mesin pemecah kulit kemiri untuk meningkatkan produktivitas Usaha Kemiri Bunga Rezky di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.
Program pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pemberdayaan Usaha Kemiri Bunga Rezky melalui Teknologi Tepat Guna Mesin Pemecah Kulit Kemiri di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng”. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra Usaha Kemiri Bunga Rezky yang dikelola oleh Andi Nurfadillah Hafid sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses pengolahan kemiri sekaligus memperkuat daya saing usaha masyarakat.
Tim pelaksana diketuai oleh Ir. Muas M., M.T. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Syaharuddin Rasyid, M.T.; Dr. Dermawan, S.T., M.T.; Ir. Abdul Salam, M.T.; dan Nurhidayanti, M.T. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Teknik Mesin PNUP sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya menyerahkan mesin kepada mitra, tim PNUP juga memberikan pendampingan secara langsung mengenai teknik pengoperasian mesin, prosedur keselamatan kerja, serta perawatan berkala agar mesin dapat dimanfaatkan secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Ir. Muas M., M.T., mengatakan bahwa penerapan teknologi tepat guna merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang masih menghadapi keterbatasan teknologi produksi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mesin yang diberikan dapat membantu mitra mempercepat proses pemecahan kulit kemiri, mengurangi beban kerja manual, sekaligus meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi Usaha Kemiri Bunga Rezky. Kami ingin hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di kampus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelum memperoleh bantuan mesin, proses pemecahan kulit kemiri di Usaha Kemiri Bunga Rezky masih dilakukan secara manual. Metode tersebut membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar sehingga kapasitas produksi menjadi terbatas dan kurang efisien.
Dengan hadirnya mesin pemecah kulit kemiri, proses produksi kini diharapkan berlangsung lebih cepat, efisien, dan aman. Penggunaan teknologi ini juga berpotensi mengurangi beban fisik pekerja, meminimalkan risiko kelelahan, serta meningkatkan jumlah kemiri yang dapat diolah dalam waktu yang lebih singkat.
Mitra kegiatan, Andi Nurfadillah Hafid, menyampaikan apresiasi kepada PNUP atas bantuan teknologi dan pendampingan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Politeknik Negeri Ujung Pandang atas bantuan mesin pemecah kulit kemiri ini. Ini merupakan mesin pemecah kulit kemiri pertama yang kami miliki. Kehadirannya sangat membantu petani dan pekerja karena proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi jauh lebih mudah dan efisien,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan mesin tersebut mampu meningkatkan produktivitas usaha, mengurangi ketergantungan pada proses manual, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil olahan kemiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan usaha dan kesejahteraan para petani.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemanfaatan teknologi tepat guna ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang lebih berkelanjutan. Inovasi yang dihadirkan PNUP menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata bagi berbagai tantangan di sektor usaha kecil dan menengah.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat yang didanai BLU PNUP Tahun 2026, Politeknik Negeri Ujung Pandang terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi perkembangan Usaha Kemiri Bunga Rezky sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.









