English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

GSA Asal PNUP Sukses Gelar Seminar Nasional Adami Google AI Tools Masterclass, Ratusan Peserta Antusias

05 Aug 2026 - 13:29 WITA · 05 Aug 2026 - 13:49 WITA · PUBLIC RELATION · 35

(HumasPNUP) – Mahasiswa Program Studi D4 Jasa Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Muh. Fachri Akbar, yang juga menjabat sebagai Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional “Adami Google AI Tools Masterclass: Hack Smarter. Study Better. Achieve Bigger.” Acara yang digelar secara hybrid di Aula Gedung AD Kampus 1 PNUP ini diikuti lebih dari 260 peserta—120 peserta luring dan 140 peserta daring—dari sembilan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

 

Seminar ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi Google AI dan Gemini untuk mendukung produktivitas belajar mahasiswa secara bijak dan efektif, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari jurusan non-IT mampu memelopori literasi digital di lingkungan kampus.

 

Peserta berasal dari PNUP, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Bosowa, Universitas Dipa Makassar, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Tamalatea Makassar, dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yapmi Makassar. Kehadiran delegasi dari Jakarta dan Jawa Timur menunjukkan bahwa dampak seminar ini menjangkau lebih dari sekadar lingkup lokal Makassar.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil PNUP, Prof. Ir. Sugiarto, S.T., M.T., Ph.D., yang mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan masterclass teknologi ini. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi pasif, melainkan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik.

“Jangan sampai kita dibodohi oleh AI. Kita harus berada di atas AI dengan mengontrolnya secara bijak. Di era kecerdasan buatan, integritas, etika, dan kemampuan berpikir kritis kita adalah yang utama agar terhindar dari bias informasi,” ujar Prof. Sugiarto.

 

Meski digagas oleh representasi GSA dari Jurusan Teknik Sipil, seminar ini digarap secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas jurusan—Teknik Informatika dan Komputer (TIK), Teknik Mesin, Teknik Sipil, Administrasi Niaga, dan Teknik Kimia bersama Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), dengan masa persiapan hanya satu minggu. Izin penggunaan aula baru terbit H-1 pukul 15.00 WITA, namun seluruh dekorasi panggung dan gladi bersih tetap dirampungkan dalam waktu dua jam sebelum acara dimulai.

 

Fatan Wibowo (Google Student Ambassador 2025, peraih medali emas Pimnas) membagikan pengalamannya berkunjung ke kantor pusat Google di Mountain View, Amerika Serikat, serta kiat memanfaatkan Google AI dalam menyusun penelitian ilmiah.

 

Haikal (@haikalbiasaaja_), alumnus D3 Teknik Listrik PNUP dan kreator konten dengan lebih dari 19.000 pengikut, membawakan sesi talkshow interaktif bertema manajemen waktu kuliah, sikap menghadapi komentar negatif di media sosial, dan personal branding.

 

Fachri memandu sesi masterclass Google AI, memaparkan perkembangan teknologi ke era Agentic AI—di mana AI tidak lagi sekadar asisten tanya-jawab, melainkan agen mandiri yang membantu menyelesaikan alur kerja kompleks secara otomatis. Ia mengajarkan teknik prompting tingkat lanjut dengan Formula PARTS: Persona (identitas/keahlian yang ditiru AI), Aim (tujuan tugas), Recipients (target audiens hasil), Theme (batasan topik), dan Structure (format luaran).

 

Fachri juga mendemonstrasikan NotebookLM, alat kolaborasi berbasis AI dari Google, dengan mengunggah modul kuliah Applied Soil Mechanics (Mekanika Tanah Terapan) dan menunjukkan bagaimana AI merangkum serta menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang diunggah tanpa risiko halusinasi data yang umum terjadi pada AI generatif lain.

 

Sejumlah peserta mengaku mengalami pergeseran cara pandang terhadap AI, dari sekadar alat “salin-tempel” instan menjadi mitra berpikir strategis. Khumayrah Ar-Rayah, mahasiswi PNUP, mengatakan teknik PARTS membantunya menyusun perintah AI yang lebih terstruktur dan presisi. Salsabila dari Universitas Bosowa menyebut NotebookLM membantunya mengunci sumber informasi pada dokumen PDF yang diunggah tanpa khawatir bias halusinasi data.

 

Pada sesi penutup, peserta berkompetisi dalam “Innovation Sprint” selama 10 menit, merancang solusi mengatasi kendala belajar dan stres akademik menggunakan Google Gemini secara berkelompok; satu kelompok tampil sebagai pemenang dengan gagasan paling kreatif dan solutif.

 

Sebagai apresiasi, peserta memperoleh akses kelas sertifikasi IT gratis senilai Rp600.000 per orang dari Dicoding, serta bingkisan dari sponsor Kopi Ogud dan Light+ by Wardah. Acara ditutup dengan jargon “Hack Smarter. Study Better. Achieve Bigger.”


@poltek_upg