PNUP Bekali 2.166 Mahasiswa Baru Cegah Kekerasan lewat Satgas PPK di PKKMB 2026
(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) memberikan pembekalan kepada 2.166 mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang berlangsung di Markas Brigif 3 Kostrad Kariango, Maros, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) melalui penguatan pemahaman mahasiswa baru mengenai bentuk-bentuk kekerasan, potensi risiko dalam pelaksanaan PKKMB, serta langkah-langkah mitigasi untuk mewujudkan kegiatan yang aman, inklusif, dan humanis.
Koordinator Acara PKKMB 2026, Dr. Muh. Taufik Iqbal, S.T., M.T., mengatakan pembekalan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan ini penting agar mahasiswa baru dapat memahami hak dan kewajibannya, serta berani melapor apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan selama masa perkuliahan.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., menegaskan bahwa PNUP berkomitmen menghadirkan lingkungan kampus yang aman dan humanis bagi seluruh mahasiswa, sejalan dengan semangat pengembangan diri dan karakter yang menjadi salah satu fokus utama PKKMB 2026.
Hari ketiga PKKMB 2026 diisi dengan sejumlah materi pembekalan bagi mahasiswa baru, dengan susunan sebagai berikut:
Sesi pagi diawali dengan materi Kepemimpinan Organisasi Mahasiswa dan Perlindungan Mahasiswa, dilanjutkan setelah jeda dengan materi Perguruan Tinggi di Era Digital serta Mindset Adaptif dan Bijak Mengelola Keuangan.
Kegiatan berlanjut dengan materi Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengembangan Diri dan Karakter Mahasiswa. Setelah jeda sholat, materi Pengembangan Diri dan Karakter Mahasiswa dilanjutkan kembali, sebelum ditutup dengan sesi permainan kekompakan untuk mempererat kebersamaan antar-mahasiswa baru.
PKKMB 2026 masih akan berlanjut hingga 12 Agustus 2026, mengusung tema “Mewujudkan Generasi Vokasi Berkarakter, Kolaboratif, dan Berdampak untuk Bangsa Indonesia”.









