English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Mahasiswa HIMATIK-PNUP Perkuat Literasi Digital Petani Cengkeh Desa Kanrung Lewat PPK Ormawa 2026

02 Sep 2026 - 09:56 WITA · 02 Sep 2026 - 10:01 WITA · PUBLIC RELATION · 48

(Humas PNUP) — Pemanfaatan teknologi mulai menjadi bagian penting dalam aktivitas petani cengkeh di Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Negeri Ujung Pandang (HIMATIK-PNUP) terus mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas pertanian.

Pendampingan dilakukan melalui bimbingan teknologi yang melibatkan Dosen Pendamping PPK Ormawa 2026 HIMATIK-PNUP, Mardawia Mabe Parenreng, S.ST., M.T., bersama tim pelaksana dan volunteer PPK Ormawa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Kanrung, Muhammad Amir Abdullah, PPL Desa Kanrung, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Desa Kanrung.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga diarahkan pada keterampilan yang dapat langsung diterapkan petani dalam aktivitas sehari-hari. Para peserta mendapat pendampingan dalam pengoperasian dan perawatan Smart Clove-Dryer, mesin pengering cengkeh otomatis yang dirancang untuk membantu petani menghadapi kendala pengeringan, terutama ketika kondisi cuaca kurang mendukung.

Selain itu, mahasiswa HIMATIK-PNUP memperkenalkan aplikasi Kanrung Digi-Clove untuk membantu petani mencatat hasil panen secara lebih teratur. Teknologi sederhana yang tersedia melalui smartphone juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian, seperti Google Lens untuk mencari informasi visual dan Plantix untuk membantu mengenali gejala hama maupun penyakit tanaman.

“Pelatihan ini sangat membantu kami, terutama dalam mengatasi kendala pengeringan saat cuaca mendung dan mengenali hama tanaman lebih cepat menggunakan aplikasi di smartphone. Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran inovasi dari adik-adik mahasiswa,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani Desa Kanrung, Ibrahim.

Kepala Desa Kanrung, Muhammad Amir Abdullah, juga mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa HIMATIK-PNUP. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga memberikan pengetahuan baru yang dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

“Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena teknologi yang diperkenalkan bisa langsung digunakan untuk membantu pekerjaan petani,” ujarnya.

Melalui program ini, kelompok tani Desa Kanrung memperoleh keterampilan baru dalam mengoperasikan sekaligus merawat Smart Clove-Dryer. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan proses pengeringan cengkeh terhadap kondisi cuaca, sehingga kualitas hasil panen dapat lebih terjaga.

Pemanfaatan Plantix juga memberikan alternatif bagi petani untuk melakukan identifikasi awal terhadap hama dan penyakit tanaman secara lebih cepat. Sementara itu, pencatatan hasil panen melalui Kanrung Digi-Clove mendorong pengelolaan data pertanian yang lebih tertib dan dapat menjadi dasar pengembangan potensi ekonomi desa berbasis data.

Tak kalah penting, program ini turut memperkuat peran Duta Digital di Desa Kanrung. Kehadiran pemuda lokal sebagai penggerak literasi digital diharapkan dapat memastikan pengetahuan dan keterampilan teknologi tetap berkembang setelah program pendampingan mahasiswa berakhir.

Bagi mahasiswa HIMATIK-PNUP, kegiatan ini menjadi ruang untuk menerapkan kompetensi teknologi informasi secara langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi, berkomunikasi dengan masyarakat, dan membangun solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Program PPK Ormawa 2026 HIMATIK-PNUP yang berlangsung hingga Oktober mendatang diharapkan tidak berhenti pada penggunaan teknologi semata, tetapi mampu membangun kemandirian digital dan ekonomi masyarakat Desa Kanrung secara berkelanjutan.

Bagi PNUP, keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari komitmen pendidikan vokasi untuk menghadirkan ilmu dan inovasi yang tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


@poltek_upg