English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Riset BRIN: Sekam Padi Disulap Jadi PCB Fleksibel, PNUP dan UKI Paulus Kembangkan Teknologi Hijau

28 Sep 2026 - 10:10 WITA · 28 Sep 2026 - 11:15 WITA · PUBLIC RELATION · 88

(HumasPNUP) − Tim peneliti kolaborasi dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Validasi dan Interpretasi Hasil Penelitian bersama Mitra KTH dan Penyuluh pada 26-27 September 2026 bertempat di Hotel Claro Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 9. Penelitian dilaksanakan dengan skema multi-years selama tiga tahun dan saat ini telah memasuki tahap akhir pelaksanaan tahun pertama.

Penelitian berjudul “Inovasi Teknologi Hijau dengan Pemanfaatan Biomaterial Sekam Padi Menjadi PCB Fleksibel melalui Kemitraan dengan Kelompok Tani di Berbagai Zona Agroekologi serta Membangun Potensi Ekonomi Berkelanjutan” ini diketuai oleh Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., yang juga merupakan Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Kolaborasi penelitian melibatkan Prof. Apriana Toding, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., dari UKI Paulus, bersama tim peneliti dari PNUP yang terdiri atas Ahmad Nurul Muttaqin, S.S.T., M.T., Nurfiansyah, S.Si., M.Si., Sufianti Munirman, S.T., M.T., Riesa Krisna Astuti Sakir, S.T., M.Eng., Uswatul Hasanah Mihdar, M.T., Abdul Halim, S.T., M.T., Dian Gita Utami, S.T., M.A.B., dan Ani Dyah Astuty, M.Hum. Pelaksanaan penelitian juga melibatkan mahasiswa dari Jurusan Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Administrasi Bisnis sebagai bagian dari kolaborasi lintas bidang.

Penelitian ini berangkat dari potensi limbah sekam padi yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tim mengembangkan material komposit berbasis biomaterial sekam padi sebagai alternatif material Printed Circuit Board (PCB) fleksibel yang lebih ramah lingkungan, dengan pendekatan green technology dan circular economy.

Selama tahun pertama, tim telah melaksanakan sejumlah tahapan penelitian mulai dari koordinasi dan survei bersama mitra, pengambilan sampel sekam padi, preparasi biomaterial, hingga pembuatan komposit PCB. Kegiatan tersebut juga melibatkan kelompok tani sebagai mitra penelitian, yaitu KTH Makkatuo, KT Bilonga, dan KTH Limapa Subur beserta penyuluh pendamping.

FGD menjadi forum untuk memvalidasi hasil penelitian tahun pertama sekaligus memperoleh masukan dari mitra dan penyuluh mengenai kondisi bahan baku pada masing-masing zona agroekologi. Diskusi juga diarahkan untuk memperkuat interpretasi data lapangan serta menghimpun masukan bagi pelaksanaan tahap berikutnya.

Dalam sesi FGD, Nurfiansyah, S.Si., M.Si. memaparkan hasil terkait analisis kimia, morfologi, dan degradasi material komposit sekam padi. Selanjutnya, Abdul Halim, S.T., M.T. menyampaikan perkembangan proses produksi, formulasi campuran komposit, dan pengujian produk PCB fleksibel.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari FGD. Axel Imanuel Tandiari, bersama dosen Administrasi Bisnis, memaparkan pengembangan dan analisis bisnis yang berhasil meraih Juara 2 International Business Administration Competition (IBAC) Bandung 2026 sebagai salah satu luaran mahasiswa sekaligus langkah awal untuk memperoleh masukan terhadap potensi pengembangan bisnis produk. Sementara itu, dosen dan mahasiswa dari bidang Teknik Elektro memaparkan beberapa inovasi pengembangan sistem pemantauan pertanian berbasis Internet of Things (IoT).

Kolaborasi lintas bidang ini memperkuat pengembangan penelitian, tidak hanya pada aspek material dan proses produksi, tetapi juga pada teknologi digital serta potensi pengembangan bisnis. Keterlibatan kelompok tani tetap menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi yang dikembangkan relevan dengan kondisi lapangan dan memiliki nilai tambah.

Pada tahap selanjutnya, tim akan melanjutkan pengujian sifat mekanik, kimia, dan degradasi biomaterial, serta menindaklanjuti pengembangan sistem pemantauan pertanian berbasis IoT untuk mendukung aktivitas mitra kelompok tani. Melalui penelitian tiga tahun ini, tim diharapkan dapat menghasilkan alternatif material PCB yang lebih ramah lingkungan, mengembangkan penerapan teknologi yang mendukung sektor pertanian, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah.

 


@poltek_upg