Learning Express 2026: Mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic Bersama PT Semen Tonasa Angkat Potensi Bandeng 4 UMKM Pa
(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Singapore Polytechnic (SP) dan PT Semen Tonasa menggelar sesi Co-Creation dalam rangkaian Learning Express (LeX) September 2026 di PT Semen Tonasa, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang presentasi hasil tahapan Design Thinking yang telah dijalani mahasiswa peserta selama tiga hari dua malam di Desa Bulu Cindea, dengan empat UMKM di Pangkep sebagai objek program.
Hadir menerima para peserta dari pihak PT Semen Tonasa, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum Sulaiha Muhyidin, S.E., M.Bus., Ak., bersama General Manager (GM) Komunikasi, Hukum & Umum Muhammad Mursham, GM Pertambangan & Pembangkit Listrik Adi Faturahman, Senior Manager (SM) Bisnis & Pengembangan Sudarjo Katu, dan SM Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Abbas.
Dari PNUP, hadir Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Sistem Informasi Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., dan Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional Sitti Sahriana, S.S., MAppLing., didampingi fasilitator SP Fan Ay Deng serta fasilitator PNUP Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa, S.T., M.Sc.
Selama program LeX September 2026, mahasiswa bekerja langsung bersama empat UMKM di Pangkep, yaitu UMKM Bu Desi yang dipimpin oleh Ibu Masna Sari, UMKM Bu Nini yang dipimpin oleh Bapak Yusmadi, UMKM Azzahrah yang dipimpin oleh Ibu Mila, dan UMKM Diva yang dipimpin oleh Ibu Maryam.
Dalam sesi Co-Creation, mahasiswa memaparkan dua gagasan proyek hasil kolaborasi bersama masyarakat dan pelaku UMKM setempat, yaitu Filling Milkfish (Bolu Kambu) dan Boneless Milkfish (Bolu tanpa tulang). Kedua proyek tersebut berangkat dari potensi ikan bandeng yang menjadi komoditas khas Pangkep, dan dikembangkan melalui pendekatan Design Thinking agar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam laporannya, Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP Sitti Sahriana, S.S., MAppLing. menyampaikan bahwa LeX September 2026 diikuti oleh 44 mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic, dengan pelaksanaan kegiatan di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, dan sesi Co-Creation di PT Semen Tonasa. Ia menyebutkan bahwa kerja sama dengan PT Semen Tonasa telah dimulai sejak LeX 2018 dan LeX 2019.
Tahun ini menjadi LeX ketiga yang diselenggarakan PNUP bersama PT Semen Tonasa, dengan menggandeng unit TJSL yang mempertemukan mahasiswa dengan keempat UMKM objek program.
Dalam sambutannya, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum PT Semen Tonasa menyampaikan bahwa perusahaan sangat peduli terhadap pembinaan sosial, salah satunya pembinaan UMKM di sekitar Pangkep.
“Kami sangat concern dengan pembinaan sosial, salah satunya pembinaan UMKM di sekitar Pangkep. Kami berharap kegiatan ini dapat berdampak bagi para pelaku UMKM yang dijadikan objek program.” — Sulaiha Muhyidin, S.E., M.Bus., Ak.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Sistem Informasi PNUP menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Tonasa atas dukungan terhadap pelaksanaan Learning Express 2026, serta menyambut hangat Singapore Polytechnic dan seluruh mahasiswa peserta.
Learning Express yang telah menjadi kolaborasi PNUP dan Singapore Polytechnic sejak 2016 dinilai bukan sekadar kegiatan proyek. Program ini menjadi ruang belajar bersama, pertukaran perspektif, penguatan persahabatan lintas budaya, serta penerapan Design Thinking untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui sesi Co-Creation ini, kami berharap mahasiswa dapat berkolaborasi langsung dengan masyarakat dan UMKM di Pangkep, sekaligus mempertemukan pendidikan, industri, mitra internasional, dan masyarakat dalam sebuah kolaborasi yang berdampak.” — Dr. Nurhayati, S.Si., M.T.
Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman dan manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, serta seluruh mitra. Bagi mahasiswa, Co-Creation melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama lintas budaya, dan penyelesaian masalah berbasis kebutuhan lapangan; bagi empat UMKM objek program dan masyarakat Pangkep, hasil proyek berpotensi membuka peluang pengembangan produk olahan bandeng yang bernilai tambah; sedangkan bagi PNUP, Singapore Polytechnic, dan PT Semen Tonasa, kegiatan ini semakin memperkuat sinergi pendidikan, industri, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.






