English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Selaraskan Kurikulum D4 Administrasi Bisnis dengan Kebutuhan Industri Melalui Evaluasi OBE

29 Jun 2026 - 10:46 WITA · 29 Jun 2026 - 10:59 WITA · PUBLIC RELATION · 78

(HumasPNUP) — Program Studi Sarjana Terapan (D4) Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Syamsuddin, M.T., selaku Koordinator Program Studi D4 Administrasi Bisnis PNUP.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang mewakili perspektif berbeda namun saling melengkapi: akademisi dan praktisi industri.

Dari sisi akademisi, hadir Ivon Sandya Sari, S.ST., MBA., Koordinator Program Studi D4 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung, yang menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan kurikulum OBE. Ia menekankan perlunya memperjelas profil lulusan dan profil profesional mandiri agar benar-benar mencerminkan kompetensi yang diharapkan setelah mahasiswa menyelesaikan studi. Profil lulusan juga perlu diselaraskan dengan visi, misi, dan keilmuan Program Studi agar arah pengembangan kurikulum lebih terstruktur dan memiliki identitas yang kuat.

Selain itu, Ivon mendorong Program Studi untuk melakukan benchmarking ke perguruan tinggi vokasi yang telah mengimplementasikan kurikulum OBE secara optimal  mulai dari penyusunan kurikulum, strategi pembelajaran, hingga sistem evaluasi capaian pembelajaran  sebagai referensi dalam penyempurnaan kurikulum yang lebih adaptif.

Dari sisi praktisi, Muh. Yusriansyah, HR Recruitment & Development PT. Gunung Samudera Internasional, menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah peta kebutuhan kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor. Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu mengoperasikan berbagai perangkat dan aplikasi digital yang digunakan dalam lingkungan kerja nyata.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara hard skills dan soft skills, mencakup kemampuan berpikir analitis, komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, penyelesaian masalah, dan adaptabilitas  kompetensi yang perlu dibangun secara berkelanjutan melalui aktivitas akademik dan pembelajaran berbasis proyek.

Tak kalah penting, Muh. Yusriansyah menekankan nilai strategis kepemilikan sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan atas kemampuan profesional lulusan. Sertifikasi yang relevan dengan bidang administrasi bisnis dinilai mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat kepercayaan perusahaan dalam proses seleksi tenaga kerja.

"Kurikulum yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, serta meningkatkan peluang lulusan untuk memperoleh pekerjaan sesuai bidang keahliannya," ujar Muh. Yusriansyah menutup paparannya.

Melalui kegiatan evaluasi kurikulum OBE ini, Program Studi D4 Administrasi Bisnis PNUP memperoleh berbagai masukan konstruktif yang akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum ke depan. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, serta menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap berkontribusi di dunia usaha dan industri, baik di tingkat nasional maupun global.


@poltek_upg