English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Kurikulum TKI PNUP Diperbarui: Industri dan Akademisi Duduk Bersama Pastikan Lulusan Siap Kerja

30 Jun 2026 - 09:39 WITA · 30 Jun 2026 - 11:36 WITA · PUBLIC RELATION · 60

(HumasPNUP) - Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri (TKI) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan industri sebagai mitra strategis dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum, yaitu Haspiady, S.T. dari PT Semen Bosowa, Baso Alim Bahri, S.Psi., M.Ad., SDA dari PT Charoen Pokphand Indonesia, serta Prof. Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D. dari kalangan akademisi. Kehadiran ketiga narasumber ini memperkuat dialog antara dunia pendidikan dan dunia usaha serta industri (DUDI) dalam membentuk arah kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

 

Evaluasi kurikulum dilaksanakan melalui diskusi mendalam dan telaah terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, bahan kajian, serta kesesuaian mata kuliah dengan kebutuhan industri. Berbagai masukan konstruktif disampaikan para narasumber, mulai dari penguatan kompetensi teknis, pengembangan soft skills, penyempurnaan struktur kurikulum, hingga implementasi pembelajaran yang selaras dengan prinsip OBE.

 

Mewakili suara industri, Haspiady, S.T. dari PT Semen Bosowa menekankan pentingnya kesiapan kerja lulusan secara menyeluruh. Menurutnya, selain penguasaan keterampilan teknis, etika kerja, kemampuan komunikasi, dan sertifikasi kompetensi merupakan nilai tambah yang akan meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Penegasan ini menjadi sinyal penting bagi program studi dalam merancang kurikulum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang secara profesional.

 

Dari sisi akademisi, Prof. Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus mengacu pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 sekaligus diselaraskan dengan Sydney Accord sebagai standar internasional pendidikan rekayasa terapan. Beliau juga menekankan bahwa keterkaitan yang kuat antara capaian pembelajaran, kurikulum, proses pembelajaran, dan sistem asesmen merupakan kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.

 

Secara keseluruhan, masukan yang diberikan dalam forum ini mencakup penguatan budaya kerja dan etika profesi, peningkatan kemampuan komunikasi melalui presentasi, pengembangan pembelajaran berbasis praktik industri, penerapan sertifikasi kompetensi, penguatan soft skills secara berkelanjutan, serta pengembangan mata kuliah yang mendukung implementasi Capstone Project guna meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja.

 

Melalui kegiatan evaluasi ini, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan Kurikulum OBE demi menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Sinergi antara perguruan tinggi, akademisi, dan dunia industri diharapkan semakin memperkuat relevansi kurikulum serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.


@poltek_upg