Mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi PNUP Rancang dan Uji Tujuh Jenis Antena lewat Pembelajaran Berbasis Produk
(HumasPNUP) – Merespons dorongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti-Saintek) untuk transformasi pendidikan tinggi, Irawati Razak, S.T., M.T., dosen pengampu mata kuliah Antena dan Propagasi pada Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), menerapkan metode Product Based Learning kepada mahasiswa Semester 4 Angkatan 2024. Melalui metode ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga merancang, mensimulasikan, memfabrikasi, dan menguji antena sebagai produk akhir pembelajaran.
Pada Evaluasi Akhir Semester yang berlangsung 19 dan 24 Juni 2026 di Laboratorium Frekuensi Tinggi Kampus 2 PNUP, mahasiswa mengukur dan menguji langsung kinerja antena rancangan mereka untuk membandingkan hasilnya dengan simulasi dan teori yang telah dipelajari. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran satu semester penuh.
Perkuliahan diawali dengan pengenalan konsep dasar antena dan teori gelombang elektromagnetik sebagai landasan sistem komunikasi nirkabel. Mahasiswa mempelajari sejarah perkembangan antena, prinsip kerja antena berdasarkan teori elektromagnetik, karakteristik spektrum frekuensi radio, konsep panjang gelombang, hingga berbagai jenis antena beserta aplikasinya dalam sistem telekomunikasi modern.
Materi selanjutnya mencakup konsep antena sebagai perangkat pemancar dan penerima gelombang radio, mekanisme pembangkitan radiasi, karakteristik daerah medan antena, serta parameter kinerja seperti pola radiasi, direktivitas, gain, polarisasi, dan aperture. Mahasiswa juga mempelajari efisiensi antena, hubungan antara gain dan direktivitas, serta penerapan Persamaan Friis dalam analisis komunikasi radio bekal yang menjadi dasar bagi mereka untuk merancang, menganalisis, dan mengoptimalkan performa antena sesuai kebutuhan sistem telekomunikasi modern.
Pada Ujian Tengah Semester, mahasiswa mempresentasikan hasil simulasi antena menggunakan perangkat lunak seperti MMANA-GAL untuk antena Yagi dan HFSS untuk antena microstrip, disesuaikan dengan jenis antena yang dirancang masing-masing. Topik yang dipresentasikan meliputi karakteristik antena dipole dan aplikasinya; saluran transmisi serta teknik penyesuaian impedansi; konsep impedansi antena dan metode matching seperti stub, transformator λ/4, T-Match, Gamma Match, dan balun; hingga prinsip susunan antena (antenna array) dan pengaruh konfigurasi elemen terhadap pola radiasi serta penguatan antena.
Mahasiswa juga memaparkan hasil analisis simulasi berdasarkan parameter kinerja antena seperti pola radiasi, gain, dan VSWR. Presentasi ini menjadi tolok ukur ganda: pemahaman teori sekaligus kemampuan merancang, mensimulasikan, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil rancangan antena secara profesional.
Pada Evaluasi Akhir Semester, mahasiswa berhasil merealisasikan tujuh jenis antena: Antena Dipole 500 MHz, Antena Dipole 98 MHz, Antena Yagi 5 elemen, Antena Yagi 8 elemen, Antena Microstrip Rectangular 1,9–2,1 GHz, Antena Microstrip Rectangular 2,6 GHz, serta Antena Microstrip 2×1 Array Rectangular Patch 2,3 GHz.
Keberhasilan realisasi berbagai desain antena tersebut menunjukkan efektivitas metode pembelajaran berbasis produk dalam mengembangkan kompetensi teknis mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari perancangan, simulasi, fabrikasi, hingga pengujian. Produk-produk ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik di bidang antena dan propagasi, sekaligus sejalan dengan visi PNUP dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif dan mendukung transformasi perguruan tinggi di Indonesia.







