English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Latih Santri Pesantren Gowa Olah Serai Jadi Produk Ekonomi

27 Jul 2026 - 12:45 WITA · 27 Jul 2026 - 12:49 WITA · PUBLIC RELATION · 23

(HumasPNUP) – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui kolaborasi Jurusan Teknik Kimia dan Jurusan Administrasi Niaga menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pesantren Daruul Hikmah Indonesia, Kabupaten Gowa, membekali santri dan santriwati dengan keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran digital berbasis produk bernilai ekonomi. Kegiatan yang melibatkan tiga program studi  D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan (TRKB), D4 Teknologi Kimia Industri (TKI), dan D3 Administrasi Bisnis (AB) ini mengangkat tema “Penguatan Keterampilan Produktif Remaja melalui Pelatihan Produk Bernilai Ekonomi dan Pendampingan Pemasaran Digital untuk Mendukung Kemandirian Usaha”.

 

Ketua Tim PKM, Yuliani HR, menjelaskan pelatihan dirancang dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan keterampilan produksi, pengemasan, pemasaran digital, dan kewirausahaan.

“Pelatihan ini tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Kami ingin santri dan santriwati memahami proses secara utuh, mulai dari produksi, pengemasan yang menarik, bagaimana memperkenalkan produk melalui media digital, hingga memahami dasar-dasar kewirausahaan. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi,” ujar Yuliani.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pendampingan langsung dalam membuat empat produk kebutuhan sehari-hari: sabun cair deterjen, sabun cair cuci piring, sabun batang, dan lotion antinyamuk. Serai digunakan sebagai bahan dasar utama, sekaligus memperkenalkan potensi bahan alami sebagai produk bernilai tambah. Peserta mengikuti seluruh tahapan produksi, mulai dari menyiapkan bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikemas.

 

Setelah proses produksi, pelatihan dilanjutkan dengan penguatan keterampilan pengemasan dan branding produk. Fajriaty Mas’ud dan Vilia Dharma Paramita menyampaikan pentingnya desain kemasan, identitas produk, dan penyajian yang menarik agar produk memiliki daya saing dan mudah diterima konsumen.

 

Tjare A. Tjambolang dan Dian Ranggina memaparkan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan literasi digital peserta sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pemasaran melalui platform yang dekat dengan keseharian generasi muda.

 

Peserta juga mendapat penguatan materi kewirausahaan, mencakup pemahaman dasar mengenai peluang usaha, perhitungan sederhana, penentuan harga jual, serta pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produk, menurut Yuliani HR.

 

Kegiatan ini didukung oleh dosen dan delapan mahasiswa dari tiga program studi D4 TKI, D3 AB, dan D4 TRKB yang mendampingi santri dan santriwati selama pelatihan berlangsung. Mahasiswa berperan dalam praktik produksi, persiapan bahan dan peralatan, pengemasan, serta pendampingan pemasaran. Keterlibatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman di luar kampus, sekaligus kesempatan bagi mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

 

Pimpinan Pesantren Daruul Hikmah Indonesia, Tajuddin, S.H., menyampaikan apresiasi atas kontribusi PNUP dalam membekali santri dan santriwati dengan keterampilan praktis.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PNUP. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi santri dan santriwati kami. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sebelumnya belum mereka dapatkan secara langsung, terutama dalam membuat produk, mengemas, memasarkan, dan mengenal dunia kewirausahaan,” ungkap Tajuddin.

 

Ia berharap kegiatan ini terus dikembangkan dan memberikan dampak berkelanjutan bagi santri dan lingkungan pesantren.

 

Melalui kegiatan ini, PNUP menegaskan komitmennya menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan produktif, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Kolaborasi lintas jurusan dan program studi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.


@poltek_upg