English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Dorong Sekolah Adiwiyata di Bone Lewat Eco-Lindi dan Biopori dari Sisa Program MBG

03 Aug 2026 - 15:30 WITA · 03 Aug 2026 - 15:35 WITA · PUBLIC RELATION · 33

(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat mendorong penguatan Sekolah Adiwiyata di UPT SMP Negeri 1 Kahu, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, lewat diseminasi pembuatan reaktor Eco-Lindi dan biopori untuk mengolah limbah organik, termasuk sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang didanai BLU-PNUP Kemdiktisaintek ini melibatkan guru, siswa, Kelompok Inovasi Sekolah, dan seluruh entitas pendukung Sekolah Adiwiyata, melalui pendekatan partisipatif yang mengajak siswa terlibat langsung dalam pengenalan, pembuatan, hingga pemanfaatan kedua reaktor tersebut.

 

Eco-Lindi merupakan hasil pengolahan limbah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah, dan limbah domestik lain yang diarahkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Sementara itu, biopori berfungsi sebagai lubang resapan sekaligus ruang dekomposisi alami bahan organik di dalam tanah. Kegiatan ini menghadirkan ketua kegiatan Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T., bersama Dr. M. Yasser, S.Si., M.Si. dan Akhmad Rifai, S.Si., M.Si., serta Kepala UPT SMP Negeri 1 Kahu, Andi Hasriani A., S.S., S.Pd., M.M. Seluruh Kelompok Inovasi Sekolah, guru, dan siswa yang selama ini menjadi penggerak program Sekolah Adiwiyata turut ambil bagian.

 

Andi Iqbal menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai diseminasi luas agar pengetahuan pengolahan limbah organik tidak berhenti pada kelompok kecil, melainkan menyebar kepada seluruh warga sekolah.

“Kami ingin pengelolaan limbah organik menjadi gerakan bersama. Siswa tidak cukup hanya diberi penjelasan, tetapi perlu dilibatkan secara langsung agar mereka memahami bahwa sisa makanan dan limbah domestik masih dapat diolah menjadi POC atau pupuk padat. Jika kebiasaan ini tumbuh di sekolah, maka dampaknya dapat terbawa ke rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Andi Iqbal.

 

Menurut Andi Iqbal, sekolah memiliki posisi strategis sebagai pusat perubahan perilaku lingkungan. Keterlibatan siswa sejak awal dalam pembuatan reaktor Eco-Lindi dan biopori tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Eco-Lindi dan biopori bukan hanya teknologi sederhana, tetapi media pendidikan karakter. Di dalamnya ada nilai kepedulian, kemandirian, gotong royong, dan tanggung jawab. Inilah yang penting ditanamkan kepada siswa agar pengelolaan sampah tidak dipandang sebagai pekerjaan tambahan, tetapi sebagai bagian dari budaya hidup bersih dan produktif,” tambahnya.

 

Dr. M. Yasser menilai pelibatan siswa secara langsung menjadi kunci agar program lingkungan memiliki dampak jangka panjang.

“Ketika siswa dilibatkan dalam prosesnya, mereka tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi memahami langkah-langkahnya. Dari situ muncul pengalaman belajar yang lebih kuat. Mereka bisa membawa praktik ini ke rumah, memanfaatkan limbah organik domestik, lalu mengolahnya menjadi pupuk yang berguna,” jelasnya.

 

Kegiatan ini turut dikaitkan dengan momentum menyambut Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Sekolah merancang lomba antarkelas berbasis pengelolaan lingkungan, termasuk pembuatan dan pemanfaatan reaktor Eco-Lindi serta biopori, yang diharapkan menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan, dan rasa memiliki siswa terhadap lingkungan sekolah.

 

Kepala UPT SMP Negeri 1 Kahu, Andi Hasriani A., menyampaikan bahwa penguatan program lingkungan sekolah perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan, edukatif, dan melibatkan siswa secara aktif.

“Kami ingin siswa merasa bahwa sekolah ini adalah rumah mereka. Karena itu, kegiatan lingkungan perlu dibuat dekat dengan kehidupan mereka, termasuk melalui lomba antarkelas dalam menyambut 17 Agustus. Dengan begitu, rasa nasionalisme dapat berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Andi Hasriani.

 

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula kaderisasi oleh Kelompok Inovasi Sekolah untuk menyiapkan guru dan siswa sebagai penggerak lingkungan di kelas masing-masing  mulai dari memilah limbah organik, merawat biopori, hingga memanfaatkan hasil Eco-Lindi untuk tanaman hijau dan sayur-mayur sekolah.

 

Program ini menjadi bagian dari dukungan PNUP terhadap penguatan Sekolah Adiwiyata, sekaligus mendorong pengurangan sampah organik dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Melalui sekolah, kebiasaan mengolah limbah organik diharapkan dapat diperkenalkan lebih awal kepada generasi muda dan diperluas ke lingkungan keluarga masing-masing siswa.


@poltek_upg