English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Perkuat UMKM, Dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang Latih Pengrajin Tahu Olah Limbah Air Whey Jadi Produk Bernilai Ekono

10 Aug 2026 - 13:00 WITA · 10 Aug 2026 - 16:29 WITA · PUBLIC RELATION · 17

(HumasPNUP) - Dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memberikan pelatihan sekaligus praktik bagi pelaku industri tahu dan masyarakat di Kelurahan Bontoa, Kabupaten Jeneponto, dalam mengolah limbah air whey menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan limbah produksi menjadi produk baru yang lebih bermanfaat.

Program PKM ini dipimpin oleh Dr. Rahmiah Sjafruddin, S.T., M.Eng. bersama tim dosen yang terdiri atas Fajar, S.T., M.Eng., Tri Hartono, M.Chem.Eng., dan Harun Pampang, S.T., M.Eng., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia PNUP. Rahmiah Sjafruddin menjelaskan bahwa proses produksi tahu menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang sangat besar, yakni sekitar 70–75 persen hasil proses penggumpalan kedelai berupa limbah air whey. "Jika tidak dikelola dengan baik, limbah air whey dapat mencemari lingkungan. Sementara itu, kandungan nutrisinya masih sangat tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi pupuk organik maupun bahan fungsional yang memiliki nilai ekonomi," jelas Rahmiah.

Dalam kegiatan tersebut, para pengrajin tahu tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai potensi pemanfaatan air whey tahu, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahannya. Masyarakat diperkenalkan pada teknologi pengolahan limbah yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Pelatihan ini memperkenalkan pendekatan pengolahan limbah yang tidak sekadar berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada penciptaan inovasi produk baru. Melalui proses tersebut, bahan yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dapat dikembangkan menjadi komoditas yang berpotensi memberikan tambahan nilai ekonomi bagi pelaku UMKM. Limbah air whey yang selama ini berpotensi terbuang dari proses produksi tahu diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai guna, yakni pupuk organik dan bahan fungsional protein.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Bontoa. Lurah Bontoa, Saharullah Daeng Rani, S.S.Kom., yang hadir bersama jajaran pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat, menilai program tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, inovasi pemanfaatan limbah air whey tidak hanya menawarkan solusi terhadap permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah industri tahu, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Lebih lanjut, Saharullah menjelaskan bahwa manfaat program ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kelurahan Bontoa yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Kehadiran pupuk organik hasil pemanfaatan limbah air whey diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik yang harganya semakin tinggi dan ketersediaannya sering terbatas. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan tim dosen PNUP tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah industri tahu dan menyediakan alternatif pupuk organik yang dapat dimanfaatkan oleh para petani. Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat Bontoa," ujar Saharullah.

Rahmiah menambahkan, keberhasilan pengelolaan limbah tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku industri tahu, dan masyarakat menjadi kunci agar pemanfaatan limbah air whey dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

"Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa limbah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Melalui inovasi pengolahan whey ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya produk baru dari potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sekaligus memperkuat daya saing UMKM pengrajin tahu, membuka peluang ekonomi baru berbasis pemanfaatan limbah produksi, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," tutup Rahmiah.


@poltek_upg