Dorong Energi Bersih bagi UMKM, Tim PKM PNUP Implementasikan PLTS Berbasis IoT di Soppeng
(HumasPNUP) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan kegiatan Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Kelompok Usaha Sentra Batik Cantika Sabbena Kabupaten Soppeng. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Dusun Sappotedonge, Desa Pesse, Kabupaten Soppeng.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PNUP dalam mendorong pemanfaatan teknologi energi terbarukan dan digitalisasi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada industri batik dan kerajinan lokal.
Kelompok Usaha Sentra Batik Cantika Sabbena dipimpin oleh Hj. Nurlaela, S.Sos. sebagai ketua kelompok pengrajin batik. Penerapan PLTS berbasis IoT diharapkan dapat memberikan solusi pemanfaatan energi yang lebih efisien sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan produksi kelompok usaha tersebut.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Muhammad Ruswandi Djalal, S.ST., M.T., dengan anggota tim M. Anis Ilahi Rahmadhani, S.T., M.T., Syahril Syam, S.Kom., M.T., Tri Susilo Wirawan, S.S.T., M.T., Drs. Teguh Budi Raharjo, M.Sc., dan Serpian, S.S.T., M.A.B.
Implementasi PLTS ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi pada aktivitas produksi kelompok usaha Sentra Batik Cantika Sabbena. Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional serta memperkenalkan pemanfaatan energi bersih kepada pelaku UMKM.
Penerapan teknologi energi terbarukan pada sektor industri kreatif menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung konsep usaha yang lebih berkelanjutan. Selain memberikan manfaat dari sisi energi, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
Keunggulan utama sistem yang diimplementasikan dalam kegiatan ini adalah integrasi Internet of Things (IoT). Teknologi IoT memungkinkan parameter sistem PLTS dan penggunaan energi dipantau secara digital sehingga kondisi sistem dapat diketahui dengan lebih mudah dan terukur.
Dengan sistem monitoring tersebut, mitra tidak hanya memperoleh fasilitas pembangkit energi surya, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemantauan dan pengelolaan sistem energi berbasis teknologi digital.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kelompok pengrajin mengenai penggunaan energi secara efisien sekaligus memberikan pengalaman dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas produksi.
Ketua Kelompok Usaha Sentra Batik Cantika Sabbena, Hj. Nurlaela, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM dari PNUP. Penerapan PLTS berbasis IoT diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok pengrajin, terutama dalam mendukung kebutuhan energi pada kegiatan produksi batik.
Sentra Batik Cantika Sabbena merupakan kelompok usaha yang bergerak dalam pengembangan produk batik dan kerajinan dengan mengangkat potensi serta identitas budaya lokal Kabupaten Soppeng. Kehadiran teknologi energi terbarukan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan produksi sekaligus menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat.
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. PNUP melalui kegiatan PKM terus mendorong agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Implementasi PLTS berbasis IoT di Dusun Sappotedonge, Desa Pesse, Kabupaten Soppeng, menjadi salah satu bentuk kontribusi PNUP dalam memperkenalkan teknologi energi terbarukan kepada masyarakat sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis teknologi.
Melalui Center for Sustainable Energy and Smart Grid Application (CoSESGA), PNUP terus mengembangkan dan mendorong penerapan teknologi energi terbarukan, sistem energi cerdas, serta Internet of Things untuk berbagai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara PNUP, kelompok usaha, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sehingga pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan UMKM di daerah.







