English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PKM-PI PNUP: Smart Extractor 2-in-1 Dongkrak Omzet UMKM Sinar Malino hingga 51 Persen

12 Aug 2026 - 19:09 WITA · 12 Aug 2026 - 20:45 WITA · PUBLIC RELATION · 25

(HumasPNUP) — Tim mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa skema Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menciptakan Smart Extractor 2-in-1, alat pengaduk dan penyaring otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi sirup markisa UMKM Sinar Malino di Kabupaten Gowa.

 

Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dikembangkan oleh tim yang diketuai Nurhanifa Dinia beranggotakan Ikram, Wahid, Syahrul, dan Nanda. Alat ini lahir dari hasil observasi lapangan yang menemukan bahwa mitra UMKM selama ini masih mengaduk dan menyaring sirup markisa secara manual, dengan satu siklus produksi memakan waktu 7 hingga 10 hari kondisi yang menghambat kapasitas produksi dan menurunkan efisiensi kerja dalam memenuhi permintaan pasar.

 

“Kami ingin memberikan solusi nyata. Lewat alat ini, mitra dapat melakukan pengadukan dan pemisahan sari buah secara otomatis, jauh lebih cepat, dan hasilnya sangat higienis. Ini akan sangat membantu mereka dalam meningkatkan jumlah produksi dan memulihkan omzet,” ujar Dinia, Ketua Tim PKM-PI.

 

Selain mempercepat produksi, Smart Extractor 2-in-1 dirancang dengan konsep zero waste (bebas limbah). Tim turut mengedukasi mitra untuk mengolah sisa ampas markisa menjadi produk turunan berupa permen gummy. Alat ini juga terhubung dengan sistem IoT MACCATECH yang memantau suhu dan tingkat keasaman (pH) secara otomatis, sehingga meminimalkan risiko mesin overheat dan menjaga standar mutu sirup.

 

“Mahasiswa kami tidak hanya menciptakan alat, tapi juga memberikan edukasi dan pelatihan langsung kepada mitra. Kami ingin inovasi ini bisa digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM,” tutur Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T., dosen pendamping tim PKM-PI PNUP.

 

Kegiatan ini turut mencakup sesi penyuluhan, uji coba alat bersama mitra, dan monitoring produksi secara berkala. Mitra UMKM Sinar Malino menyambut antusias kehadiran teknologi ini, yang terbukti memangkas waktu produksi secara signifikan menjadi hanya 2-3 hari sekaligus meningkatkan omzet penjualan hingga 51 persen.

 

Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menjawab tantangan riil di masyarakat lewat teknologi yang aplikatif dan bermanfaat.


@poltek_upg