Dari limbah menjadi berkah, Tim PKM Teknik Kimia Dampingi KUB Mawar Olah Kulit Singkong dan Kulit Semangka
(HumasPNUP) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Teknik Kimia melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mawar di Dusun Jenetallasa, Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Kegiatan ini mengangkat tema “Diversifikasi Limbah Agroindustri Berbasis Kulit Singkong dan Semangka untuk Peningkatan Nilai Ekonomi.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong masyarakat memanfaatkan limbah agroindustri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dusun Jenetallasa merupakan wilayah agraris dengan komoditas pertanian, termasuk singkong dan semangka, yang menghasilkan limbah berupa kulit singkong dan kulit semangka. Selama ini, limbah tersebut cenderung dibuang atau dimanfaatkan secara terbatas sehingga potensi ekonominya belum tergarap secara maksimal.
Melalui kegiatan PKM ini, tim memperkenalkan alternatif pemanfaatan kedua jenis limbah tersebut menjadi produk pangan bernilai tambah. Kulit singkong diolah menjadi tepung pati, sedangkan kulit semangka dimanfaatkan sebagai bahan baku permen kulit semangka. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi pemanfaatan limbah agroindustri dan nilai ekonominya. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai potensi kulit singkong dan kulit semangka sebagai bahan baku produk pangan, konsep pemanfaatan limbah berbasis zero waste, serta peluang pengembangan usaha dari produk olahan tersebut. Sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dan dilengkapi dengan diskusi serta tanya jawab.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung dan pendampingan pengolahan produk. Pada pengolahan kulit singkong, peserta diperkenalkan pada tahapan pencucian, penggilingan, ekstraksi, penyaringan, dan pengeringan untuk menghasilkan tepung pati. Sementara itu, pengolahan kulit semangka dilakukan melalui tahapan pemotongan, perendaman, pemasakan dengan gula menggunakan prinsip osmotic dehydration, dan pengeringan.
Tidak berhenti pada proses produksi, tim PKM juga memberikan pendampingan mengenai diversifikasi produk, pengemasan, dan pembuatan label. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk sehingga hasil olahan tidak hanya menjadi produk rumah tangga, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha KUB Mawar.
Produk yang dikembangkan dalam kegiatan ini terdiri atas tepung kulit singkong dan permen kulit semangka. Inovasi tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah pertanian, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketua tim PKM, Arifah Sukasri, S.Pd., M.Sc., bersama anggota tim Zakiyah Darajat, S.T., M.T., Mimin Septiani, S.T., M.T., dan M. Arham Yunus, S.Si., M.Si., dan dibantu beberapa mahasiswa Teknik Kimia terlibat dalam pelaksanaan kegiatan bersama mitra KUB Mawar. Pendekatan kegiatan dilakukan secara partisipatif agar masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses pengolahan produk.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi KUB Mawar, khususnya dalam meningkatkan keterampilan pengolahan pangan, mengembangkan produk baru, serta memperkuat peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Pemanfaatan limbah agroindustri juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan limbah sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat di Dusun Jenetallasa.
Melalui kegiatan tersebut, tim PKM berharap inovasi sederhana berbasis kulit singkong dan kulit semangka dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Dari limbah menjadi berkah, dari inovasi menuju peningkatan nilai ekonomi masyarakat.






