English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PLTS Hadir di Perkebunan Sayur Desa Tonasa, Dorong Pertanian Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

18 Aug 2026 - 15:01 WITA · PUBLIC RELATION · 20

(HumasPNUP) - Keterbatasan akses energi listrik dan ketersediaan air menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani sayur di Desa Tonasa, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Kondisi tersebut mendorong Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk menghadirkan solusi berbasis energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dimanfaatkan untuk pompa irigasi dan penerangan rumah kebun.

Desa Tonasa memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan proposal kegiatan, terdapat 38 kelompok tani dengan luas lahan pertanian dan perkebunan sekitar 673 hektare. Namun, sebagian lahan pertanian masih bergantung pada curah hujan sehingga produktivitas dapat menurun ketika memasuki musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat telah membangun embung dengan memanfaatkan sumber mata air dari pegunungan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari desa. Air kemudian dialirkan menuju embung menggunakan jaringan pipa. Akan tetapi, kapasitas embung dan kondisi musim menyebabkan ketersediaan air tidak selalu mencukupi kebutuhan petani. Permasalahan semakin terasa pada lahan perkebunan yang berada lebih tinggi dari bak penampungan. Petani masih harus melakukan penyiraman secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Cara tersebut membutuhkan tenaga yang cukup besar dan belum mampu memberikan hasil penyiraman secara optimal pada lahan yang luas. Selain persoalan irigasi, rumah kebun yang digunakan sebagai tempat beristirahat, menyimpan hasil panen, mengawasi kebun, dan berkumpulnya petani juga belum memiliki penerangan yang memadai. Kondisi ini menyebabkan aktivitas petani pada malam hari menjadi kurang optimal.

Energi Matahari untuk Pompa dan Penerangan

Melalui program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), tim PNUP menawarkan penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pompa air yang digerakkan motor listrik dan sistem PLTS off-grid. Pompa digunakan untuk mengalirkan air dari bak penampungan menuju sprinkler sehingga proses penyiraman tanaman dapat dilakukan dengan lebih efektif. Sistem PLTS yang dirancang memiliki kapasitas dua panel surya masing-masing 160 Wp, inverter 1000 W, solar charge controller 20 A, dan baterai 12 V 100 Ah. Energi listrik yang dihasilkan PLTS digunakan untuk memenuhi kebutuhan mesin pompa air berdaya 125 W sekaligus mendukung kebutuhan penerangan rumah kebun.  Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan secara langsung untuk mendukung aktivitas pertanian. Selain mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik PLN yang belum menjangkau lokasi perkebunan, pemanfaatan energi matahari juga menjadi langkah menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Petani Tidak Hanya Menjadi Pengguna Teknologi

Program ini tidak hanya berfokus pada pemasangan peralatan. Petani dan masyarakat Desa Tonasa dilibatkan sejak tahap penentuan lokasi hingga proses pemasangan dan pemanfaatan teknologi. Mitra juga berperan menyediakan peralatan dasar serta membantu mengumpulkan masyarakat untuk mengikuti sosialisasi mengenai pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif. Setelah instalasi selesai, tim juga akan memberikan demonstrasi mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem penyiram tanaman, lampu penerangan, serta instalasi PLTS. Evaluasi direncanakan dilakukan secara berkala setiap enam bulan untuk mengetahui kondisi sistem sekaligus menjadi dasar pengembangan program selanjutnya.

Menjadi Ruang Belajar bagi Mahasiswa

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pendekatan Project Based Learning (PBL). Mahasiswa terlibat langsung dalam pengadaan alat dan bahan, mobilisasi, pemasangan, pengujian peralatan, hingga penyusunan laporan dan luaran kegiatan. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, khususnya pada bidang Perencanaan Sistem Pembangkit Tenaga, Praktikum Instalasi Listrik, Praktikum Mesin Konversi Energi, dan Praktikum Energi Alternatif. Program ini juga mendukung indikator kinerja utama perguruan tinggi, khususnya pengalaman mahasiswa mengerjakan proyek nyata, penerapan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan dosen di luar kampus. Menuju Pertanian yang Lebih Mandiri Energi Penerapan PLTS untuk pompa irigasi dan penerangan di Desa Tonasa diharapkan menjadi langkah awal menuju pemanfaatan teknologi energi terbarukan yang lebih luas di kawasan pertanian. Teknologi tersebut diharapkan membantu petani dalam mengatasi keterbatasan akses energi, meningkatkan efektivitas penyiraman, serta mendukung aktivitas di rumah kebun pada malam hari. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, mahasiswa, dan masyarakat, Desa Tonasa diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan energi surya untuk mendukung produktivitas pertanian dan kemandirian energi masyarakat pedesaan. 


@poltek_upg