English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Terapkan Irigasi Pintar Bertenaga Surya, Bantu Petani Lipukasi Hadapi Keterbatasan Air

20 Aug 2026 - 12:41 WITA · 20 Aug 2026 - 14:27 WITA · PUBLIC RELATION · 39

(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi Kelompok Tani Harapan Jaya di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, melalui penerapan irigasi pintar bertenaga surya berbasis Internet of Things (IoT).

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai melalui BIMA Tahun 2026 ini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani, khususnya keterbatasan ketersediaan air pada musim kemarau. Kondisi tersebut selama ini membuat aktivitas pertanian masih sangat bergantung pada curah hujan.

Program bertajuk “Implementasi Teknologi Irigasi Pintar Bertenaga Surya untuk Pemberdayaan Kelompok Tani dan Optimalisasi Value Chain Produk Padi Unggulan Desa Lipukasi” didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) Tahun Pendanaan 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan total anggaran Rp47.500.000.

Kelompok Tani Harapan Jaya yang beranggotakan 25 petani dengan luas lahan garapan sekitar 35 hektare menjadi mitra utama dalam program ini. Selain persoalan ketersediaan air, petani juga menghadapi kebutuhan penguatan dalam pencatatan biaya, perencanaan produksi, pengelolaan rantai nilai, hingga pemasaran hasil pertanian.

Menjawab kondisi tersebut, tim PNUP menerapkan sistem irigasi yang memanfaatkan energi surya untuk menggerakkan pompa air dan didukung teknologi IoT. Penerapan teknologi ini diarahkan untuk membantu menyediakan air secara lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Dampak yang diharapkan tidak hanya pada aspek teknis pengairan. Kehadiran sistem ini memberikan peluang bagi petani untuk memiliki akses pengairan yang lebih berkelanjutan, terutama dalam menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

Teknologi tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa penerangan berbasis energi surya dan penampungan air, sehingga manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan persawahan.

PNUP tidak berhenti pada pemasangan teknologi. Pada 15 Agustus 2026, tim melaksanakan sosialisasi dan serah terima peralatan kepada Kelompok Tani Harapan Jaya.

Petani mendapatkan penjelasan mengenai fungsi, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem, sehingga teknologi yang diberikan tidak sekadar menjadi fasilitas bantuan, tetapi dapat digunakan dan dikelola secara mandiri serta berkelanjutan oleh kelompok tani.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari program pemberdayaan PNUP. Teknologi ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas petani, bukan sekadar sebagai inovasi teknis.

Selain teknologi irigasi, tim PNUP juga memberikan pendampingan pada aspek manajemen usaha tani dan penguatan value chain.

Pendampingan meliputi perencanaan produksi, pencatatan keuangan, analisis biaya, perhitungan harga pokok produksi, pengelolaan pascapanen, pengembangan branding, hingga perluasan akses pemasaran produk padi unggulan.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada tersedianya air untuk pertanian, tetapi berkembang menjadi penguatan kemampuan petani dalam mengelola usaha, meningkatkan efisiensi, memperbaiki pengelolaan hasil panen, dan memperluas peluang pemasaran.

Ketua tim pelaksana, Sukma Abadi, S.T., M.T. dari Program Studi D3 Teknik Konversi Energi, bersama anggota Ahmad Nurul Muttaqin, S.S.T., M.T. dari Program Studi D3 Teknik Mesin dan Dian Gita Utami, S.T., M.A.B. dari Program Studi D4 Administrasi Bisnis, melaksanakan program secara lintas disiplin dengan melibatkan enam mahasiswa PNUP.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat tidak hanya melalui transfer pengetahuan, tetapi juga melalui penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Program selanjutnya akan dilanjutkan melalui pendampingan implementasi, pelatihan manajemen usaha tani, evaluasi kinerja sistem irigasi, evaluasi pengembangan value chain, serta tindak lanjut pemeliharaan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan teknologi dapat berfungsi dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Melalui program ini, PNUP berupaya menerjemahkan dukungan pendanaan pengabdian tingkat nasional menjadi solusi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat. Integrasi energi terbarukan, teknologi IoT, penguatan produksi pangan, dan peningkatan kapasitas usaha tani diharapkan dapat mendorong Kelompok Tani Harapan Jaya menjadi lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Ke depan, model penerapan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat dikembangkan pada kelompok tani dan wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa, sehingga manfaat kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas.


@poltek_upg