English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Bantu Bengkel Ekki di Pinrang, Warga Tak Lagi Perlu ke Luar Desa untuk Servis Motor

21 Aug 2026 - 08:19 WITA · 21 Aug 2026 - 13:52 WITA · PUBLIC RELATION · 22

(HumasPNUP) — Warga Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke bengkel di luar desa untuk sejumlah jenis perbaikan kendaraan bermotor. Kemudahan ini menyusul bantuan peralatan dan bahan servis yang diserahkan tim dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kepada Bengkel Ekki, satu-satunya bengkel yang melayani warga desa tersebut, Sabtu (8/8/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema BIMA tahun 2026.

 

Selama ini, Bengkel Ekki menghadapi keterbatasan peralatan dan sarana kerja, sehingga antrean kendaraan warga kerap padat dan sebagian pelanggan terpaksa membawa kendaraannya ke bengkel di luar desa untuk jenis perbaikan tertentu. Kondisi ini yang menjadi sasaran utama program bantuan PKM PNUP, dengan harapan warga dapat memperoleh layanan servis yang lebih cepat dan tidak lagi bergantung pada bengkel di luar Desa Marannu.

 

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Nur Wahyuni, S.T., M.T., bersama empat anggota tim dosen dari Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Elektro PNUP, yakni Muhammad Jufri Dullah, S.ST, M.Si, Amrullah, S.T., M.T., dan Muhammad Mimsyad, S.T., M.Eng., Ph.D, serta melibatkan empat mahasiswa Program Studi D3 Teknik Otomotif dan D3 Teknik Mesin sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

 

Pada tahap ini, tim menyerahkan satu unit kompresor udara oilless merek Lakoni Fresco 110X dan alat pres ban manual untuk mendukung proses servis dan penggantian ban kendaraan roda dua. Selain itu, tim juga menyerahkan bahan habis pakai berupa oli mesin dan oli gardan dari berbagai merek, ban motor, cairan duravel, serta komponen bearing dan as gardan. Seluruh bantuan ini menjadi stok awal yang dapat langsung dimanfaatkan Bengkel Ekki untuk melayani kebutuhan servis rutin warga tanpa harus menunggu pasokan tambahan — sehingga waktu tunggu pelanggan dapat ditekan dan jumlah kendaraan yang bisa dilayani per hari meningkat.

 

Selain menyediakan peralatan, tim PKM turut memasang spanduk identitas usaha bertuliskan “Bengkel Motor Ekki” lengkap dengan daftar layanan yang tersedia, seperti servis, ganti oli, ganti sparepart, tune up mesin, servis karburator/injeksi, hingga tambal ban tubeless. Sebuah papan penunjuk arah juga dipasang di pinggir jalan utama desa. Dengan sarana promosi ini, Bengkel Ekki diharapkan lebih mudah dikenali dan dijangkau, baik oleh warga desa maupun pengendara yang melintas, sehingga berpotensi menambah jumlah pelanggan dan pendapatan usaha.

 

Program ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan di luar kampus serta pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat. Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini memberi pengalaman praktik langsung di lapangan; bagi Bengkel Ekki, bantuan ini meningkatkan kapasitas layanan dan potensi pendapatan usaha; sementara bagi warga Desa Marannu, manfaatnya dirasakan langsung berupa layanan servis yang lebih cepat dan berkurangnya kebutuhan bepergian ke luar desa. Tim PKM merencanakan pendampingan lanjutan terkait penggunaan peralatan, serta pemantauan dan evaluasi terhadap dampak program bagi kapasitas layanan Bengkel Ekki pada tahap berikutnya.

 

Dengan bertambahnya peralatan dan bahan servis, serta meningkatnya visibilitas usaha melalui sarana promosi yang terpasang, tim PKM berharap Bengkel Ekki dapat melayani kebutuhan masyarakat Desa Marannu secara lebih optimal dan mengurangi ketergantungan warga terhadap bengkel di luar desa.

 

Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Center for Material and Manufacturing (CMM), Jurusan Teknik Mesin, dan Centre of Applied Telecommunication Technology Research (CATTAR), Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang.


@poltek_upg