JTS PNUP Optimalkan Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat di Panciro Indah
(HumasPNUP) — Tim dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Bernilai Ekonomi" di Perumahan Taman Panciro Indah, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini diketuai oleh Haeril Abdi Hasanuddin, S.T., M.T. bersama empat dosen PNUP lainnya, yaitu Isnaeny Maulidiyah Hanafie, Indrasurya Setiabudhi, Budyanita Asrun, dan Sarif.
Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga Perumahan Taman Panciro Indah, yaitu belum adanya sistem pengelolaan sampah yang layak, khususnya untuk sampah plastik, meskipun warga secara rutin menggelar kerja bakti bulanan. Padahal, sampah plastik memiliki nilai jual sekitar Rp1.500 hingga Rp4.000 per kilogram, namun potensi ekonomi ini belum termanfaatkan karena minimnya pemahaman warga akan nilai jualnya serta belum adanya sistem pengumpulan dan penjualan yang terorganisir.
Tim PKM Jurusan Teknik Sipil PNUP merancang empat sasaran utama dalam program ini. Pertama, merancang dan memasang tempat sampah khusus plastik terpilah (Drop Box Plastik) di titik-titik strategis perumahan. Program ini menargetkan pemasangan 6 hingga 8 unit Drop Box Plastik yang berfungsi penuh, didesain khusus untuk menampung sampah plastik bernilai ekonomi, yaitu botol plastik bekas minuman (PET), gelas plastik (PP), dan wadah makanan plastik sekali pakai yang bersih.
Kedua, membangun sistem pengumpulan, pemilahan, dan penjualan sampah plastik yang terorganisir kepada pengepul melalui mekanisme pengelolaan kolektif yang melibatkan pengurus RW dan kader lingkungan setempat. Tempat sampah yang telah terpasang akan dikosongkan secara berkala, setiap satu hingga dua minggu sekali, oleh petugas yang ditunjuk RW. Sampah plastik yang terkumpul selanjutnya dibawa ke gudang penyimpanan sementara di rumah Ketua RW atau balai pertemuan warga.
Ketiga, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga tentang pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Kegiatan kerja bakti bulanan akan dioptimalkan menjadi ajang edukasi sekaligus pengumpulan massal, saat warga diinstruksikan membawa sampah plastik yang telah dikumpulkan di rumah masing-masing ke posko RW untuk ditimbang dan dicatat per RT.
Keempat, memperkuat kapasitas pengurus RW dalam mengelola bank sampah plastik sebagai sumber pemasukan tambahan kas RW, melalui sistem keuangan sederhana yang menghubungkan hasil penjualan sampah plastik dengan kebutuhan operasional RW. Dana yang terkumpul akan dicatat dalam buku kas khusus RW dan digunakan secara transparan untuk membiayai pelayanan kepada masyarakat, di antaranya pembelian peralatan kebersihan tambahan (sapu, pengki, karung), perbaikan kecil fasilitas umum (lampu jalan, pos ronda, taman), konsumsi kegiatan gotong royong atau rapat warga, hingga santunan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Program ini diharapkan menghadirkan lingkungan perumahan yang lebih bersih, nilai ekonomi sampah plastik yang termanfaatkan optimal sebagai tambahan pemasukan kas RW, serta penguatan kelembagaan dan kesadaran warga dalam pengelolaan sampah, sekaligus menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di perumahan lain.
Ketua Tim PKM, Haeril Abdi Hasanuddin, S.T., M.T., menyatakan "Kami berharap program ini terus berjalan mandiri oleh warga dan pengurus RW, sehingga manfaatnya dapat dirasakan berkelanjutan.” Ujar, Haeril Abdi.









