English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Tim PKM PNUP Terapkan Kandang Ayam Otomatis Model Closed House di Pesantren MAQ Moncongloe Maros

21 Aug 2026 - 16:35 WITA · PUBLIC RELATION · 15

(HumasPNUP) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menerapkan teknologi Kandang Ayam Otomatis Model Closed House di Pesantren Ma’had Al-Azharul Qahirah (MAQ), Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program BIMA Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan ini diketuai oleh Mukhtar, S.Pd., M.Eng., dengan anggota tim Paisal, S.T., M.T. dan Ishak, S.ST., M.T., serta melibatkan mahasiswa Teknik Mekatronika PNUP. Pesantren MAQ yang dipimpin oleh Ustadz Mohammad Ali Wardana menjadi mitra dalam pelaksanaan program tersebut.

Penerapan kandang otomatis ini dilakukan sebagai solusi atas kondisi kandang ayam mitra yang sebelumnya masih terbuka dan dikelola secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan suhu dan kelembapan kandang sulit dikendalikan sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ayam. Di sisi lain, kegiatan peternakan di pesantren juga diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para santri.

Teknologi yang diterapkan meliputi cooling pad/celldek, exhaust fan, sensor suhu dan kelembapan, serta controller suhu. Sistem tersebut memungkinkan proses pendinginan dan sirkulasi udara di dalam kandang bekerja secara otomatis sesuai dengan kondisi suhu yang terdeteksi.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 melalui penerapan teknologi, pelatihan, dan pendampingan kepada santri serta pengelola pesantren. Para santri diberikan kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung cara kerja sistem kontrol, sensor suhu dan kelembapan, serta perawatan komponen kandang.

Pimpinan Pesantren MAQ, Ustadz Mohammad Ali Wardana, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Kami mengucapkan terima kasih karena dengan terlaksananya kegiatan ini, siswa dapat melihat langsung penerapan teknologi yang selama ini hanya dipelajari secara teori dan disimulasikan dalam proses belajar berbasis iPad. Sekarang mereka dapat melihat bagaimana teknologi tersebut diterapkan secara nyata,” ungkap Ustadz Ali.

Antusiasme juga disampaikan oleh para santri. Mereka berharap kandang yang telah dibangun dapat segera difungsikan sehingga dapat memberikan tambahan pengalaman dan ilmu melalui praktik langsung.

Kami berharap kandang ini segera dapat difungsikan, sehingga kami bisa mendapatkan tambahan ilmu melalui praktik. Kami juga menunggu hasilnya, semoga nantinya bisa menjadi makanan yang bergizi bagi kami di pesantren,” ujar salah seorang santri.

Ketua Tim PKM, Mukhtar, S.Pd., M.Eng., menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengelolaan peternakan, tetapi juga memberikan pengalaman teknologi secara langsung kepada santri.

Kami berharap kandang ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pesantren. Selain membantu pengelolaan peternakan, kandang ini juga dapat menjadi media pembelajaran bagi santri untuk mengenal sensor, sistem kendali, otomasi melalui praktik langsung,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM PNUP berharap teknologi kandang ayam closed house dapat memberikan manfaat bagi Pesantren MAQ, baik dalam mendukung produktivitas peternakan maupun sebagai sarana pembelajaran teknologi bagi santri. Program ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren.


@poltek_upg