English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Terapkan Irigasi Otomatis Tenaga Surya untuk Petani Rumput Gajah di Wajo

24 Aug 2026 - 14:29 WITA · 24 Aug 2026 - 15:48 WITA · PUBLIC RELATION · 25

(HumasPNUP) - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi warga Dusun Sabbang, Desa Abbanuange, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penerapan sistem penyiraman otomatis tanaman rumput gajah berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Rumput gajah merupakan pakan utama ternak sapi masyarakat setempat, namun proses penyiraman yang selama ini dilakukan secara manual — termasuk mengangkat air sumur dengan katrol — menyita banyak waktu dan tenaga warga.
Tim PKM PNUP terdiri atas dosen Sri Suwasti, Apollo, Yiyin Klistafani, Sukma Abadi, dan Alief Maulana Ilmunandar, bersama empat mahasiswa: Muhammad Rizky Nur, Amalia Ramadhani Rahmat, Rian Hikmawansa, dan Musdakifah. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab persoalan nyata masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian dan peternakan.
Sistem memanfaatkan potensi insolasi matahari wilayah setempat yang mencapai sekitar 5,24 kWh/m² per hari. Perangkat utama terdiri atas dua panel surya berdaya 120 watt, solar charge controller (SCC) PWM 12/24 volt 50 ampere, dua baterai 12 volt 100 Ah, serta inverter DC 12 volt ke AC 220 volt. Dua unit pompa — 400 watt untuk mengisi tandon dan 330 watt untuk penyiraman melalui sprinkler — dikendalikan secara otomatis oleh Arduino Uno, modul Real Time Clock (RTC), relay, sensor radar, solenoid valve, dan sensor flow meter yang memantau debit air yang mengalir.
Serangkaian pengujian dilakukan terhadap intensitas radiasi matahari, tegangan dan arus panel surya serta baterai, beban pompa, debit air, kondisi cuaca, hingga status pengoperasian pompa. Hasilnya, rata-rata intensitas radiasi matahari yang diperoleh mencapai 770,6 W/m² dengan efisiensi panel surya rata-rata 11,12 persen. Efisiensi sistem pompa pengisian tandon tercatat rata-rata 5,28 persen, sedangkan efisiensi sistem pompa penyiraman rata-rata 0,85 persen. Berdasarkan hasil tersebut, sistem dinyatakan dapat diimplementasikan dengan baik.
Bagi masyarakat Dusun Sabbang: proses pengambilan dan penyiraman air untuk tanaman rumput gajah tidak lagi bergantung pada tenaga manual mengangkat air sumur dengan katrol, sehingga menghemat waktu dan tenaga warga dalam pemeliharaan pakan ternak sapi sehari-hari.


@poltek_upg