PNUP dan LiuGong Perkuat Komitmen Siapkan Talenta Vokasi untuk Industri Manufaktur
(Humas PNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat kemitraan strategis dengan dunia industri untuk menyiapkan mahasiswa yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Perjanjian Ikatan Dinas Mahasiswa PNUP – Manufacturing Program Batch 3 bersama PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI), Rabu (2/9/2026), di Kensington Office Tower, Kelapa Gading, Jakarta. Bagi PNUP, program Manufacturing ini merupakan batch pertama yang diikuti mahasiswa PNUP.
Sebanyak 14 mahasiswa PNUP akan menandatangani kontrak ikatan dinas dengan LMMI. Mereka terdiri atas 9 mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan 5 mahasiswa Teknik Mesin. Keikutsertaan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata industri manufaktur, sekaligus membuka peluang pengembangan karier bagi mahasiswa.
PNUP diwakili Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., bersama Penanggung Jawab Kegiatan Kantor Urusan Internasional PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.App.Ling. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama PNUP dan LMMI dalam pengembangan talenta vokasi. Sebelumnya, PNUP telah melaksanakan pelepasan 14 mahasiswa peserta program pada Jumat (28/8/2026) di Kampus PNUP, sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum mengikuti tahapan selanjutnya bersama LMMI.
Wakil Direktur PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pembekalan yang selaras dengan kebutuhan industri. “Kerja sama ini bukan sekadar membuka peluang kerja, tetapi menjadi bagian dari proses menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap menghadapi kebutuhan industri. Kami berharap 14 mahasiswa peserta program dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman profesional, dan mempersiapkan karier dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, ikatan dinas memberikan kejelasan mengenai hak dan kewajiban selama mengikuti program sekaligus membuka peluang pengembangan karier di industri manufaktur. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk memperkuat kompetensi teknis serta mengenal secara langsung standar kerja, budaya industri, kedisiplinan, dan tuntutan profesional yang menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Sementara bagi LMMI, program ini menjadi langkah strategis untuk mendapatkan talenta vokasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Bagi PNUP, kolaborasi tersebut semakin memperkuat implementasi link and match antara pendidikan vokasi dan industri. Kehadiran mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin dalam program ini menunjukkan bahwa kompetensi vokasi memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam industri manufaktur. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya PNUP memperluas jejaring dengan industri sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Keikutsertaan 14 mahasiswa PNUP dalam Manufacturing Program Batch 3 LMMI yang menjadi Batch 1 bagi PNUP diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui program ini, PNUP dan LMMI tidak hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga bersama-sama menyiapkan sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap bersaing di industri manufaktur, sekaligus memberikan mahasiswa pengalaman nyata menuju dunia kerja.





