Atasi Krisis Air Bersih, Tim PKM PNUP Hadirkan Alat Desalinasi Berbasis IoT untuk Warga Pesisir Pangkep
(HumasPNUP) — Warga Kampung Bucinri, sebuah kampung nelayan di Kabupaten Pangkep, kini dapat menikmati akses air bersih berkat inovasi teknologi yang dihadirkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Kegiatan bertajuk "Penyediaan Air Bersih Melalui Desalinasi Air Payau Berbasis Internet of Things" ini digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan dihadiri sekitar 30 warga setempat.
Selama ini, masyarakat Kampung Bucinri mengandalkan air payau yang cenderung asin untuk kebutuhan sehari-hari, mengingat lokasi kampung yang berada di kawasan pesisir. Kondisi tersebut mendorong tim PKM PNUP untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna berupa alat desalinasi air payau.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas program studi di PNUP, yaitu Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi dan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Bangunan Air. Tim pengabdian beranggotakan 6 orang dosen dan 4 orang mahasiswa yang bekerja sama merancang, membangun, hingga menguji coba alat desalinasi tersebut sebelum diserahkan kepada masyarakat.
Penyerahan alat desalinasi dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim Pengabdian, Mardhiyah Nas, S.T., M.T., dan diterima langsung oleh Kepala Dusun Kampung Bucinri, Bapak Syaiful. Kegiatan tersebut turut mendapat sambutan hangat dari perangkat dusun setempat yang menyambut baik kehadiran tim PNUP di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa alat desalinasi berbasis IoT ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, dan masyarakat mengaku sangat senang dengan kehadiran alat ini.
Kepala Dusun Kampung Bucinri, Bapak Syaiful, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim PNUP atas kepedulian dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir. Ia berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, mengingat masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir dalam hal akses air bersih.
Bagi warga Kampung Bucinri, alat desalinasi memberikan akses air bersih layak konsumsi tanpa lagi bergantung pada air payau yang asin, sekaligus berpotensi menekan risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi air tidak layak dalam jangka panjang. Bagi kampung-kampung nelayan pesisir lain, keberhasilan uji coba di Kampung Bucinri membuka peluang replikasi teknologi serupa di wilayah pesisir lain yang menghadapi keterbatasan sumber air tawar, sebagaimana menjadi harapan tim PKM ke depan. Bagi PNUP, kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi lintas program studi (D3 Teknik Telekomunikasi dan D4 Teknologi Rekayasa Bangunan Air) untuk kepentingan masyarakat, sekaligus memperkuat peran PNUP dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar air bersih di wilayah pesisir. Bagi mahasiswa yang terlibat, keterlibatan langsung dalam merancang, membangun, dan menguji coba alat desalinasi memberikan pengalaman penerapan keilmuan secara nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan PKM ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Politeknik Negeri Ujung Pandang dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar air bersih di wilayah pesisir yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan sumber daya air tawar. Ke depan, tim berharap teknologi serupa dapat direplikasi di kampung-kampung nelayan lain yang menghadapi persoalan serupa terkait akses air bersih.








