English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

5 Mahasiswa PNUP Ciptakan Nutrilux Scan, Alat Deteksi Dini Stunting

04 Sep 2026 - 16:47 WITA · 04 Sep 2026 - 16:54 WITA · PUBLIC RELATION · 49

(HumasPNUP) - Lima mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menciptakan inovasi teknologi bernama Nutrilux Scan, alat pendeteksi dini risiko stunting pada anak. Alat ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa - Karsa Cipta (PKM-KC), hasil kolaborasi lintas jurusan: Zalfa Nur Nadhifa (Teknik Elektro 2023), Tasykirah (Teknik Kimia 2023), Sahrul Ramadhan (Teknik Mesin 2023), Arya Jaya Kusuma (Teknik Informatika 2024), dan Endro Novrianto (Teknik Informatika 2024).

 

Pengembangan alat ini didampingi secara intensif oleh dosen pembimbing Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T., yang mengawal proses riset hingga perakitan alat berfungsi optimal.

 

Inovasi ini lahir dari keprihatinan tim terhadap tingginya angka stunting di Indonesia, yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa. Gejala stunting kerap terlambat disadari orang tua, khususnya saat anak masih berusia balita, sehingga penanganannya menjadi kurang optimal.

 

Berbeda dari metode pengukuran konvensional, Nutrilux Scan menawarkan cara kerja yang lebih modern, cepat, terintegrasi, dan noninvasif. Alat ini dirancang untuk memudahkan kader kesehatan dalam melakukan skrining awal.

 

“Kami menyadari bahwa deteksi sedini mungkin adalah kunci utama untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dari stunting. Harapannya, Nutrilux Scan tidak hanya berhenti sebagai pajangan akademis, tetapi bisa diproduksi massal dan digunakan secara luas di posyandu hingga ke pelosok daerah untuk membantu pemerintah,” ujar Zalfa Nur Nadhifa, perwakilan tim Nutrilux Scan PKM-KC PNUP.

 

Kehadiran Nutrilux Scan membuktikan bahwa mahasiswa vokasi mampu menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi permasalahan sosial dan kesehatan masyarakat. Ke depan, tim akan terus melakukan penyempurnaan dan uji coba alat agar semakin akurat.

 

Keberhasilan lima mahasiswa ini diharapkan turut memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang bebas stunting.

 

Bagi anak balita dan orang tua, Nutrilux Scan memungkinkan deteksi risiko stunting dilakukan lebih awal dan lebih cepat, sehingga intervensi gizi dan penanganan medis dapat diberikan sebelum kondisi anak semakin memburuk.

 

Bagi kader kesehatan dan posyandu, sifat alat yang noninvasif dan terintegrasi mempermudah proses skrining awal di lapangan, termasuk di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.

 

Bagi pemerintah, potensi produksi massal Nutrilux Scan dapat menjadi alat bantu tambahan dalam upaya nasional menekan angka stunting hingga ke pelosok daerah.

 

Bagi PNUP dan mahasiswa, keberhasilan tim PKM-KC ini memperkuat citra PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan solusi teknologi tepat guna, sekaligus mendorong mahasiswa lintas jurusan lainnya untuk berinovasi dan berkontribusi menyelesaikan permasalahan sosial-kesehatan di masyarakat.


@poltek_upg