English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Jelang Dies Natalis ke-39, PNUP-Tiongkok Bawa Misi Vokasi Berdampak untuk Indonesia

12 Sep 2026 - 10:04 WITA · 12 Sep 2026 - 10:14 WITA · PUBLIC RELATION · 28

(HumasPNUP) — Menjelang Dies Natalis ke-39 yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat langkah menuju kampus vokasi berkelas dunia. Salah satu agenda strategis yang semakin digenjot adalah memperluas diplomasi pendidikan dan jejaring global melalui kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan industri di Tiongkok.

Bagi PNUP, kerja sama internasional bukan sekadar pertukaran nama dan dokumen kerja sama. Lebih jauh, kemitraan tersebut diarahkan untuk menghadirkan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, kurikulum, dan penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Target akhirnya jelas: melahirkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di pasar kerja dan industri internasional.

Menjelang genap setahun perjalanan kepemimpinan Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. untuk periode 2025–2029, sejumlah langkah konkret telah dijalankan untuk memperkuat posisi PNUP dalam ekosistem pendidikan vokasi global. Penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri di Tiongkok menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.

“Semuanya berjalan dengan rencana strategis yang dirumuskan bersama sivitas akademika,” ujar Prof. Rusdi Nur, Jumat (11/9).

1. Kerja Sama Tripartit dan Beasiswa Industri

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui Manufacturing Program hasil kolaborasi PNUP dengan PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) dan Liuzhou Polytechnic University (LZPU), Tiongkok.

Melalui program ini, belasan mahasiswa PNUP mendapatkan kesempatan mengikuti program pengembangan kompetensi manufaktur di Tiongkok. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mendapatkan exposure langsung terhadap lingkungan teknologi dan industri manufaktur berskala internasional.

Program tersebut menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk memahami standar kerja global sekaligus memperluas pengalaman mereka di luar negeri.

2. Pendidikan, Pelatihan, Magang, dan Sertifikasi Industri

Kolaborasi PNUP dengan mitra di Tiongkok dirancang dalam skema yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan pengalaman langsung di industri.

Mahasiswa mendapatkan pelatihan dan pembelajaran di Tiongkok, kemudian diperkuat melalui program magang dan sertifikasi industri di LMMI. Skema ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga pengalaman bekerja dalam lingkungan internasional, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap budaya kerja industri global.

3. Penyelarasan Kurikulum Berstandar Internasional

Misi “PNUP Mendunia” juga diarahkan pada penguatan kurikulum. PNUP menggandeng Guangxi Modern Polytechnic College (GMPC) untuk membahas mekanisme penyetaraan kurikulum dan pengakuan kredit melalui skema transfer kredit.

Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan Program 1+1+1, khususnya untuk Program Studi D3 Teknik Mesin dan D3 Analisis Kimia. Skema ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan lintas negara dengan sistem pembelajaran yang lebih terintegrasi.

Selain manufaktur dan kimia, PNUP juga memperluas jejaring ke sektor infrastruktur melalui kemitraan dengan Guangxi Polytechnic of Construction (GXPC). Langkah ini memperluas cakupan kerja sama vokasi PNUP, sekaligus membuka peluang pengembangan kompetensi di bidang konstruksi dan infrastruktur.

4. Transfer Teknologi dan Penguatan Kompetensi Dosen

Misi vokasi berdampak tidak hanya menyasar mahasiswa. Penguatan kualitas sumber daya manusia dosen juga menjadi bagian penting dari agenda internasionalisasi PNUP.

Delegasi dosen dari Jurusan Teknik Elektro PNUP mendapat kesempatan memperdalam perkembangan teknologi robotika industri melalui kegiatan di Liming Vocational University, Tiongkok.

Transfer pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkaya kompetensi dosen sekaligus memberikan efek berantai terhadap proses pembelajaran di kampus. Dengan demikian, teknologi dan pengalaman yang diperoleh di luar negeri dapat dibawa kembali ke lingkungan PNUP dan diterapkan dalam pembelajaran, praktikum, riset, maupun pengembangan inovasi.

Rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah PNUP untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin terkoneksi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.

Bagi mahasiswa, kesempatan belajar dan berlatih di luar negeri membuka pengalaman baru sekaligus meningkatkan daya saing. Bagi dosen, kerja sama internasional menjadi ruang untuk memperbarui kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi. Sementara bagi institusi, kemitraan global menjadi instrumen untuk memperkuat mutu pendidikan dan memperluas jejaring strategis.

Langkah konkret tersebut diharapkan memberikan dampak nyata bagi akselerasi kualitas pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, sehingga kompetensi lulusan tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri nasional, tetapi juga mampu memenuhi tuntutan dunia kerja global.

Menjelang Dies Natalis PNUP ke-39 pada 5 Oktober 2026, semangat “PNUP Mendunia” terus digaungkan. Internasionalisasi tidak ditempatkan sebagai sekadar slogan, melainkan diterjemahkan melalui program yang memberikan akses, pengalaman, kompetensi, dan peluang lebih luas bagi sivitas akademika.

Dari Makassar, PNUP terus melangkah menuju dunia. Membawa satu misi: pendidikan vokasi yang unggul, terhubung dengan industri global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.


@poltek_upg