English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Menuju Learning Express 2026, PNUP Perkuat Kompetensi 20 Mahasiswa melalui Coaching Design Thinking

21 Sep 2026 - 16:25 WITA · 21 Sep 2026 - 16:28 WITA · PUBLIC RELATION · 23

(HumasPNUP) — Sebanyak 20 mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dari tujuh jurusan mulai mempersiapkan diri menghadapi pengalaman kolaborasi internasional melalui Program Learning Express (LeX) 2026. Salah satu tahap penting dalam persiapan tersebut adalah Coaching Design Thinking, yang dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026, di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Direktorat Kampus 1 PNUP, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.

Coaching ini menjadi pembekalan wajib bagi seluruh mahasiswa PNUP yang telah terpilih sebagai peserta LeX 2026 sebelum mengikuti kegiatan inti program. Melalui pembekalan tersebut, peserta dipersiapkan untuk memahami pendekatan Design Thinking yang menjadi salah satu konsep utama dalam pelaksanaan Learning Express, sekaligus membangun kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari Singapore Polytechnic (SP).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PNUP melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) sebagai bagian dari rangkaian persiapan Program Learning Express 2026. Program LeX merupakan bentuk kerja sama PNUP dan Singapore Polytechnic yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui interaksi dengan masyarakat, bekerja dalam tim lintas budaya, serta bersama-sama mencari solusi atas permasalahan nyata di lapangan.

Materi Design Thinking disampaikan oleh Tim Coaching Design Thinking PNUP yang terdiri atas Sitti Sahriana, Irmawati, A. Nursyamsi Amin, Nurul Hidjrah Hairuddin, dan Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar Design Thinking serta bagaimana pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, memahami permasalahan, dan merancang solusi yang berorientasi pada masyarakat.

Dalam sesi pembekalan, mahasiswa diperkenalkan pada tahapan utama Design Thinking, yaitu Sense and SensibilityEmpathyIdeation dan prototype. Setiap tahapan memberikan kerangka bagi mahasiswa untuk tidak hanya menemukan permasalahan, tetapi juga memahami perspektif masyarakat, menghasilkan gagasan secara kreatif, mengembangkan alternatif solusi, serta menguji solusi berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata.

Lebih dari sekadar penguasaan konsep, coaching ini juga diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif, komunikasi, kolaborasi, kerja tim, serta pemecahan masalah. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya mereka bekerja bersama mahasiswa Singapore Polytechnic dalam kegiatan inti Learning Express 2026.

Dalam konteks Learning Express, Design Thinking menjadi pendekatan yang membantu mahasiswa untuk menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pencarian solusi. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menawarkan solusi berdasarkan asumsi, tetapi terlebih dahulu memahami kondisi, kebutuhan, pengalaman, dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Sebagai pembekalan prapelaksanaan, Coaching Design Thinking menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui oleh peserta PNUP sebelum mengikuti kegiatan inti LeX 2026. Dengan pembekalan ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar dan pola kerja yang sama sehingga lebih siap menghadapi proses kolaborasi, eksplorasi permasalahan, dan pengembangan solusi selama program berlangsung.

Program Learning Express sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa PNUP untuk mengembangkan pengalaman akademik dan keterampilan lintas budaya di luar lingkungan kelas. Kolaborasi dengan mahasiswa Singapore Polytechnic diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai cara bekerja dalam tim internasional serta memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi permasalahan secara kreatif dan sistematis.

Melalui Coaching Design Thinking ini, PNUP menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pembelajar yang adaptif, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Dua puluh mahasiswa terpilih dari tujuh jurusan tersebut kini dipersiapkan untuk membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam coaching ke tahap berikutnya, yaitu mengikuti kegiatan inti Learning Express 2026 bersama Singapore Polytechnic.


@poltek_upg