English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

12 Hari Berkolaborasi, Learning Express 2026 PNUP–Singapore Polytechnic Resmi Ditutup

30 Sep 2026 - 16:42 WITA · 30 Sep 2026 - 16:53 WITA · PUBLIC RELATION · 85

(HumasPNUP) — Dua belas hari menjadi perjalanan penuh kolaborasi, kreativitas, dan pertukaran pengalaman bagi mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP). Setelah menjalani rangkaian pembelajaran lintas budaya dan pengembangan solusi berbasis Design Thinking, Learning Express (LeX) 2026 resmi ditutup, Rabu (30/9/2026).

LeX 2026 mempertemukan 44 mahasiswa, terdiri atas 22 mahasiswa PNUP dan 22 mahasiswa Singapore Polytechnic. Selama program berlangsung sejak 21 September hingga 2 Oktober 2026, para peserta bekerja dalam tim lintas negara untuk memahami persoalan nyata, menggali kebutuhan pengguna, bertukar perspektif, serta mengembangkan gagasan solusi melalui pendekatan Design Thinking.

Rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama hampir dua pekan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya. Mahasiswa ditantang untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menyampaikan ide, menerima masukan, serta membangun solusi secara bersama-sama.

Pada acara penutupan, Penanggung Jawab Kerja Sama Internasional (PJ KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.App.Ling., menyampaikan laporan pelaksanaan LeX 2026. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya PNUP memperkuat kerja sama internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran global kepada mahasiswa.

Menurutnya, LeX menjadi wadah yang mempertemukan mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic dalam proses pembelajaran yang menempatkan kolaborasi, kreativitas, komunikasi lintas budaya, serta penyelesaian masalah sebagai bagian penting dari pengalaman pendidikan vokasi.

“Program ini tidak hanya tentang apa yang mahasiswa pelajari, tetapi juga bagaimana mereka belajar bersama, berkolaborasi dengan mahasiswa dari negara lain, memahami perbedaan perspektif, dan menghasilkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan nyata,” ujar Sitti dalam laporannya.

Rangkaian LeX 2026 juga mendapat penguatan dari keterlibatan PT Semen Tonasa sebagai mitra. Kehadiran dunia industri memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara pembelajaran vokasi dengan kebutuhan industri serta tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNUP, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., dalam sambutannya sekaligus secara resmi menutup pelaksanaan LeX 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, dosen pendamping, Singapore Polytechnic, PT Semen Tonasa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

Ia menekankan bahwa pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti LeX 2026 tidak berhenti ketika program berakhir. Interaksi lintas negara, pengalaman bekerja dalam tim, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta keberanian menyampaikan gagasan merupakan bekal penting yang dapat dibawa mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka.

“LeX bukan hanya sebuah program, tetapi sebuah pengalaman. Pengalaman untuk belajar bersama, berkolaborasi, memahami perbedaan, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap pengalaman selama kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan berkontribusi di masa depan,” ungkapnya.

Dr. Andi Muhammad Subhan juga mengapresiasi semangat para peserta & pendamping yang selama pelaksanaan program menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi PNUP dan Singapore Polytechnic menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional PNUP.

Selama 12 hari, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga menjalani proses menemukan persoalan, berdiskusi, melakukan observasi, merumuskan ide, mengembangkan solusi, hingga mempresentasikan hasil kerja mereka. Proses tersebut menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan pendekatan Design Thinking.

Penutupan LeX 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, namun semangat kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut. Pertemuan antara mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic telah membuka ruang baru bagi pertukaran pengetahuan, budaya, pengalaman, dan gagasan.

LeX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi tidak berhenti di sini. Dari 44 mahasiswa, dua institusi, dan 12 hari perjalanan bersama, lahir pengalaman yang menjadi bagian dari langkah PNUP untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berjejaring global.

 


@poltek_upg