UKM Debat PNUP Bergerak di Jeneponto, Tebar Literasi untuk Tekan Angka Putus Sekolah
(HumasPNUP) — Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak diwujudkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Debat Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Gerakan Berbagi Literasi: Menumbuhkan Semangat Pendidikan Anak Usia Dini di Jeneponto. Program ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sekaligus mendukung upaya menekan angka putus sekolah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menyasar siswa serta orang tua atau wali siswa SD Negeri 25 Binamu, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, UKM Debat PNUP berupaya membangun kesadaran bahwa keberlanjutan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, upaya mencegah anak putus sekolah perlu dimulai dengan menumbuhkan motivasi belajar, memperkuat peran orang tua, serta menciptakan lingkungan yang mendorong anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Berbagi Literasi dirancang melalui sejumlah kegiatan, antara lain donasi buku bacaan edukatif, sosialisasi pentingnya pendidikan kepada orang tua, serta aktivitas literasi dan permainan edukatif bersama siswa. Diskusi interaktif dengan orang tua juga menjadi bagian dari kegiatan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendampingan keluarga dalam membangun kebiasaan membaca dan mendukung proses belajar anak.
Bagi UKM Debat PNUP, program ini bukan sekadar kegiatan berbagi buku, melainkan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pendidikan di masyarakat. Akses terhadap bahan bacaan yang bermanfaat, disertai dukungan orang tua dan sekolah, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya melanjutkan pendidikan.
UKM Debat PNUP juga membuka peluang untuk mengembangkan Gerakan Berbagi Literasi menjadi program pendampingan jangka panjang. SD Negeri 25 Binamu direncanakan menjadi calon mitra binaan agar kegiatan literasi tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.
Rencana pengembangan ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, pemerintah, hingga mitra usaha. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penyediaan bahan bacaan, penguatan budaya literasi, dan pengembangan program pemberdayaan pendidikan yang lebih terarah.
Ke depan, pengalaman pelaksanaan dan hasil evaluasi kegiatan dapat menjadi landasan untuk menjajaki pengembangan program melalui skema pemberdayaan organisasi kemahasiswaan, termasuk Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui Gerakan Berbagi Literasi, UKM Debat PNUP berupaya mengambil peran dalam membangun kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak. Upaya menekan angka putus sekolah membutuhkan keterlibatan bersama dan pendampingan yang berkesinambungan agar setiap anak memperoleh dukungan untuk belajar, berkembang, dan melanjutkan pendidikan.
Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kontribusi mahasiswa PNUP yang lebih luas dalam memperkuat budaya literasi dan kesadaran pendidikan di Jeneponto. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang hadir di ruang kelas, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan, dukungan, dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.






