English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Kantongi HKI, Tim Mappadendang PNUP Ciptakan Beton Hijau Dry Mix dari Limbah Kaca dan Xanthan Gum

03 Sep 2026 - 11:59 WITA · PUBLIC RELATION · 42

(HumasPNUP) — Tim Mappadendang dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) berhasil menciptakan produk inovasi berupa campuran beton siap pakai (dry mix) berbasis limbah kaca dan biopolimer xanthan gum (XG). Inovasi ini dikemas praktis dalam ukuran 2,5 liter, diformulasikan dari komposisi optimal berupa agregat kaca, agregat kasar, semen PPC, dan biopolimer XG, sehingga pengguna cukup menambahkan air untuk menghasilkan beton dengan workability 75–125 mm.

 

Produk ini tidak hanya menawarkan kepraktisan penggunaan, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan mengonversi limbah kaca dari tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi material konstruksi bernilai guna tinggi. Selain itu, inovasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12 tentang Responsible Consumption and Production.

 

Keberhasilan tim PKM RE PNUP ini semakin lengkap dengan diperolehnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya tersebut, dengan judul “Inovasi Beton Hijau Berbasis Limbah Kaca dan Biopolimer Xanthan Gum: Mitigasi Reaksi Alkali Silika dan Solusi Krisis Pasir.”

 

Dengan capaian ini, Tim Mappadendang PNUP tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap inovasi ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang komersialisasi produk beton hijau yang relevan bagi kebutuhan konstruksi berkelanjutan di masa depan.

 

Bagi Tim Mappadendang dan mahasiswa PNUP, capaian HKI ini menjadi bukti nyata kemampuan riset terapan sekaligus bekal pengalaman menuju komersialisasi produk inovasi. Bagi PNUP, inovasi ini memperkuat reputasi institusi dalam riset material konstruksi berkelanjutan dan mendukung capaian kinerja penelitian serta pengabdian di Jurusan Teknik Sipil. Bagi industri konstruksi, tersedianya beton dry mix siap pakai berbasis limbah kaca membuka alternatif material yang praktis sekaligus berpotensi memitigasi reaksi alkali silika dan mengurangi ketergantungan pada pasir alam yang kian langka. Bagi lingkungan dan masyarakat, pemanfaatan limbah kaca TPA sebagai bahan baku konstruksi mendukung prinsip ekonomi sirkular dan sejalan dengan target SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.


@poltek_upg