English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

Temu Mangga Naik Kelas! Mahasiswa PNUP Kembangkan PhytoNano untuk Bantu Minimalkan GERD

10 Sep 2026 - 10:28 WITA · 10 Sep 2026 - 12:01 WITA · PUBLIC RELATION · 23

(HumasPNUP) — Keluhan gangguan pencernaan seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) mendorong mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mencari alternatif solusi berbasis bahan alam yang lebih inovatif. Melalui PhytoNano, mahasiswa PNUP mengembangkan phytolozenges berbasis nanopartikel ekstrak temu mangga (Curcuma mangga) yang diteliti sebagai terapi alternatif untuk membantu meminimalisir GERD. Riset ini membawa potensi tanaman lokal lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan teknologi dan pembuktian ilmiah.

PhytoNano dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) oleh Nabilah Nurhijriyah sebagai ketua bersama Muhammad Rivandy, Rina Herviana, dan Nur Fadhillah, di bawah bimbingan Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T. Penelitian berlangsung selama empat bulan di laboratorium yang mendukung kegiatan penelitian di PNUP. Bagi tim, penelitian ini bukan sekadar menghasilkan sebuah sediaan, tetapi bagaimana potensi tanaman yang dikenal masyarakat dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat lebih besar.

Proses penelitian dimulai dengan mengolah temu mangga menjadi simplisia, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70 persen dan dilakukan pemekatan ekstrak. Selanjutnya, ekstrak dikarakterisasi menggunakan GC-MS dan FTIR untuk mengetahui komponen dan karakteristik kimianya. Hasil karakterisasi tersebut menjadi dasar sebelum ekstrak dikembangkan dalam formulasi phytolozenges. Pendekatan ini penting agar pemanfaatan bahan alam tidak hanya mengandalkan pengetahuan empiris, tetapi juga melalui proses penelitian yang terukur.

Setelah formulasi dikembangkan, tim melakukan berbagai pengujian untuk mendapatkan sediaan dengan karakteristik terbaik, antara lain uji organoleptik, keseragaman bobot, waktu larut, pH, serta pengujian menggunakan Texture Analyzer. Formula terbaik kemudian dilanjutkan pada tahap uji in vivo untuk melihat respons jaringan melalui pemeriksaan histopatologi. Rangkaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh data ilmiah mengenai potensi PhytoNano sebelum dapat dikembangkan lebih jauh.

Dampak yang ingin dibawa penelitian ini adalah menghadirkan pilihan inovasi kesehatan yang bersumber dari kekayaan hayati lokal. Jika penelitian lanjutan menunjukkan hasil yang positif, PhytoNano berpotensi membuka peluang pemanfaatan temu mangga sebagai bahan baku bernilai tambah, sehingga tanaman lokal tidak berhenti sebagai bahan konsumsi atau tanaman herbal, tetapi dapat dikembangkan melalui riset menjadi bahan inovasi. Dalam jangka panjang, pengembangan seperti ini juga berpotensi membuka ruang bagi tumbuhnya produk berbasis bahan alam yang dikembangkan oleh peneliti dan pelaku usaha lokal.

Bagi masyarakat, penelitian PhytoNano juga membawa dampak dalam bentuk pengetahuan dan literasi kesehatan. Masyarakat didorong untuk melihat penggunaan bahan alam secara lebih bijak: mengenali potensinya, tetapi tetap memahami pentingnya pengujian keamanan dan efektivitas sebelum digunakan sebagai terapi. Dengan demikian, riset ini tidak hanya berbicara tentang sebuah produk, tetapi juga membangun kesadaran bahwa inovasi kesehatan berbasis herbal perlu melalui proses ilmiah agar manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui PhytoNano, mahasiswa PNUP memperlihatkan bahwa riset di kampus dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Meski saat ini PhytoNano masih berada pada tahap penelitian dan belum dapat dinyatakan sebagai obat atau terapi GERD untuk manusia, hasil riset ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi temu mangga secara lebih serius. Ke depan, melalui penelitian keamanan, efektivitas, dan tahapan klinis sesuai ketentuan yang berlaku, inovasi ini diharapkan dapat bergerak dari laboratorium kampus menuju inovasi berbasis bahan alam yang memberikan manfaat nyata dan lebih luas bagi masyarakat.


@poltek_upg