English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

45 Politeknik Adu Inovasi Digital di KMIPN VIII 2026, Makassar Jadi Panggung Talenta Vokasi Indonesia

10 Sep 2026 - 11:04 WITA · 10 Sep 2026 - 15:28 WITA · PUBLIC RELATION · 23

(HumasPNUP) — Sebanyak 45 politeknik negeri dan swasta dari seluruh Indonesia berkumpul di Kota Makassar untuk mengikuti Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII Tahun 2026. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 21 tim dengan total 560 peserta berhasil melaju ke babak final yang berlangsung pada 9–11 September 2026 di Dalton Hotel Makassar. Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa vokasi untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi informasi sekaligus membangun jejaring antarmahasiswa politeknik se-Indonesia.

Babak final KMIPN VIII resmi dibuka di Balla Rate Room, Dalton Hotel Makassar, Rabu malam (9/9/2026). Pembukaan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Makassar, unsur Forum Kajur Bidang TIK Politeknik se-Indonesia, Bakorma Politeknik se-Indonesia, pimpinan PNUP, ketua jurusan TIK, tim juri, peserta, pendamping, serta panitia pelaksana. Perwakilan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yakni Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kepada PNUP untuk menjadi pelaksana KMIPN  VIII 2026 di Kota Makassar.

“Terima kasih PNUP atas ditunjuknya sebagai pelaksana KMIPN VIII Tahun 2026 di Kota Makassar,” ucap pejabat senior di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tersebut.

Dalam sambutannya, Andi Irwan Bangsawan juga menyapa seluruh tim peserta KMIPN yang menurutnya luar biasa karena membuktikan besarnya semangat mahasiswa vokasi Indonesia untuk datang dan siap bertanding serta berkompetisi namun tetap menjaga semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Selamat datang di kota angin Mammiri, menang kalah soal biasa, namun semangat persaudaraan dan pengalaman menjadi modal konektivitas di masa yang akan datang,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan KMIPN VIII. Kompetisi tidak hanya menjadi arena untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun hubungan antarkampus vokasi. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta muda bidang informatika dalam satu panggung nasional di Kota Makassar.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNUP, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., menyambut baik kehadiran para tetamu, baik dari unsur Pemerintahan Kota Makassar, Bakorma, para ketua jurusan TIK se-Indonesia, tim juri, tim peserta dan pendamping, maupun panitia pelaksana KMIPN VIII 2026.

“Terima kasih telah hadir dan ikut menyukseskan acara ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KMIPN 2026, Dr. Eng. Abdul Jalil, S.Kom., M.Kom., dalam laporannya menyampaikan bahwa KMIPN VIII 2026 mencatat jumlah peserta yang besar. Sebanyak 714 tim atau sekitar 2.100 peserta mengajukan proposal. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 662 tim atau 1.986 peserta diterima. Pada babak penyisihan, jumlah tersebut terseleksi menjadi 560 tim atau 1.880 peserta, hingga akhirnya tersisa 21 tim atau 560 peserta yang berhak tampil di babak final.

“KMIPN VIII 2026 menjadi peserta terbanyak dengan 45 Politeknik Negeri dan Swasta se-Indonesia,” ucap Dr. Eng. Abdul Jalil.

Mengangkat tema “Inovasi Informatika Vokasional untuk Transformasi Digital Berkelanjutan”, babak final KMIPN VIII berlangsung pada 9–11 September 2026 di Dalton Hotel Makassar. Kompetisi ini mempertandingkan delapan kategori, yaitu Hackathon, Keamanan Siber, E-Government, Perencanaan Bisnis Bidang TIK, Animasi, Internet of Things (IoT), Cipta Inovasi Bidang TIK, dan Pengembangan Aplikasi Permainan. Melalui delapan kategori tersebut, mahasiswa ditantang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan kreatif dan solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan transformasi digital.

Penyelenggaraan KMIPN VIII di Makassar sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai salah satu ruang lahirnya talenta teknologi Indonesia. Dari kompetisi ini, mahasiswa diharapkan membawa pulang lebih dari sekadar prestasi, tetapi juga pengalaman, jejaring, dan keberanian untuk terus mengembangkan inovasi. Seperti pesan yang disampaikan Pemerintah Kota Makassar, menang dan kalah merupakan bagian dari kompetisi, sementara persaudaraan dan pengalaman dapat menjadi modal konektivitas di masa yang akan datang.


@poltek_upg