English | Bahasa Indonesia

Detail Berita

PNUP Dies Natalis ke-39, Gandeng Kementan Perkuat Vokasi Pertanian Modern

05 Oct 2026 - 13:31 WITA · 05 Oct 2026 - 15:14 WITA · PUBLIC RELATION · 72

(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memperingati Dies Natalis ke-39 melalui Sidang Terbuka Luar Biasa Senat di Auditorium Kampus 2 PNUP, Moncongloe, Kabupaten Maros, Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Bertumbuh melalui Nilai, Berdampak bagi Negeri: Melangkah Menuju Politeknik University”, momentum ini menjadi refleksi perjalanan institusi sekaligus penegasan komitmen PNUP dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi, inovasi, dan kontribusi bagi bangsa.

Sidang dibuka oleh Ketua Senat PNUP, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, M.T., dan diawali doa yang dipimpin Drs. Amri Khalik, M.Hum. Hadir Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., bersama jajaran pimpinan, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan undangan lainnya.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-39, Dr. M. Yasser, S.Si., M.Si., menyampaikan laporan ketua panitia, dilanjutkan pidato Dies Natalis oleh Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa perjalanan 39 tahun PNUP merupakan hasil kerja kolektif para pendiri, pimpinan terdahulu, sivitas akademika, alumni, dan mitra. Saat ini PNUP mengelola tujuh jurusan dan 40 program studi, dengan dukungan 426 dosen dan 7.093 mahasiswa aktif.

“Pertumbuhan institusi tidak cukup diukur dari bertambahnya gedung, program studi, atau anggaran. Pertumbuhan yang sejati berakar pada nilai, yaitu integritas, profesionalisme, kerja keras, dan semangat melayani,” ungkap Prof. Rusdi.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., memaparkan capaian swasembada pangan nasional, antara lain produksi beras 2025 sebesar 34,69 juta ton (naik 13,29 persen), cadangan beras pemerintah 5,36 juta ton yang tertinggi sepanjang sejarah, serta swasembada delapan komoditas pangan. Ia juga menyoroti deregulasi penyaluran pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk 20 persen, ekspor beras ke sejumlah negara, penghargaan FAO, serta pentingnya modernisasi dan digitalisasi pertanian yang melibatkan generasi muda melalui program Brigade Pangan.

Prof. Rusdi menilai kehadiran Direktur Jenderal Hortikultura menjadi momentum memperkuat sinergi pendidikan vokasi dan pembangunan sektor pertanian. PNUP siap berkontribusi melalui mekanisasi pertanian, IoT, robotika, kecerdasan artifisial, pertanian presisi, serta pengembangan teknologi pascapanen, rumah kaca cerdas, dan irigasi berbasis sensor. PNUP juga melihat peluang kolaborasi dalam program Brigade Pangan, pelatihan teknisi dan operator alat mesin pertanian, serta pengembangan wirausaha muda di sektor pertanian.

“Kami berharap kehadiran Bapak Direktur Jenderal Hortikultura menjadi awal kemitraan yang konkret dan berkelanjutan, agar karya dosen dan mahasiswa PNUP dapat dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha hortikultura, dimulai dari Maros dan Sulawesi Selatan, untuk Indonesia,” ujarnya.

Sebagai penghargaan, Direktur PNUP menyerahkan cenderamata kepada Dirjen Hortikultura, dilanjutkan sesi foto bersama.

Berdasarkan data P3MP per September 2026, 13 program studi PNUP telah berakreditasi Unggul dan 10 program studi berakreditasi Baik Sekali. Dari sisi tata kelola, PNUP meraih predikat SAKIP A, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025, serta pendapatan BLU 2025 sebesar 102,04 persen dari target.

Sepanjang 2025, PNUP melaksanakan 159 penelitian dan 65 kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan lebih dari Rp6,5 miliar. Mahasiswa PNUP juga mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional, antara lain di kejuaraan taekwondo internasional, Liga Esports Nasional Mahasiswa, MTQ Politeknik Nasional, dan Juara 1 RSC-ELCOM oleh tim robot PNUP.

Pada 2026, PNUP telah menandatangani 36 nota kesepahaman baru, di antaranya dengan PT LiuGong Machinery Indonesia dan Liuzhou Polytechnic University, Tiongkok, yang membuka peluang pembelajaran internasional dan pengalaman kerja bagi mahasiswa.

Dalam rangkaian acara, Bank BTN juga menyerahkan hadiah kepada tiga mahasiswa PNUP, yaitu Muhammad Hafiz, Elvis Isvigo, dan Elia, sebagai pemenang Bale Race University dengan transaksi Bale by BTN terbanyak. Hadiah diserahkan oleh Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Makassar, Alem Wijaya.

Transformasi menuju Politeknik University ditempuh secara bertahap dan terukur, melalui penguatan pendidikan terapan jenjang sarjana, magister, dan doktor, peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan riset terapan dan hilirisasi, serta tata kelola yang otonom dan akuntabel.

Prof. Rusdi mengajak seluruh sivitas akademika menjaga nilai institusi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan kurikulum selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kepada mahasiswa, ia berpesan agar terus meningkatkan keterampilan, menjaga etika, dan berani mengambil peluang, termasuk di sektor pertanian modern.

Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PNUP, didampingi Ketua Senat, sebagai simbol syukur atas usia ke-39 PNUP.

Dengan semangat “Bertumbuh melalui Nilai, Berdampak bagi Negeri”, PNUP berkomitmen melanjutkan transformasi sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


@poltek_upg