PNUP Tembus Puncak Abdidaya Ormawa 2026 di UMI Makassar, Usung Inovasi Pengering Cengkeh untuk Desa Kanrung
(HumasPNUP) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Tim mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia berhasil menembus Puncak Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, pada 22–24 Oktober 2026. Dalam ajang nasional tersebut, tim PNUP membawa inovasi SMART CLOVE-DRYER, teknologi pengering cengkeh berbasis energi terbarukan yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas dan perekonomian petani di Desa Kanrung.
Puncak Abdidaya Ormawa 2026 menjadi ajang apresiasi bagi pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan 120 tim terbaik dari 60 perguruan tinggi yang berhasil melewati tahapan seleksi nasional. Keberhasilan PNUP menembus tahap puncak menjadi bukti komitmen mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
Inovasi yang diusung tim PNUP berjudul “SMART CLOVE-DRYER: Inovasi Pengering Cengkeh Berbasis Energi Terbarukan untuk Peningkatan Ekonomi Petani Desa Kanrung.” Gagasan ini berangkat dari permasalahan petani cengkeh yang masih mengandalkan metode pengeringan manual dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Proses tersebut dapat memakan waktu hingga 4–5 hari, sehingga berpotensi menghambat produktivitas dan menimbulkan kerugian bagi petani.
Melalui SMART CLOVE-DRYER, mahasiswa PNUP berupaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna untuk mendukung proses pengeringan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemanfaatan energi terbarukan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, membantu menjaga kualitas hasil panen, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi cengkeh. Inovasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana kompetensi pendidikan vokasi dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab persoalan di tingkat desa.
Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., mengapresiasi capaian mahasiswa yang berhasil membawa inovasi pemberdayaan masyarakat hingga ke panggung nasional. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
“Ini bukti nyata bahwa vokasi hadir untuk memberikan solusi. Mahasiswa PNUP tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui teknologi tepat guna. Keberhasilan menembus Abdidaya 2026, ditambah dengan tujuh tim PNUP yang lolos PIMNAS 2026, menunjukkan bahwa mahasiswa PNUP terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Prof. Rusdi.
Rangkaian Puncak Abdidaya Ormawa 2026 di UMI Makassar meliputi Expo Pengabdian, presentasi program di hadapan dewan juri nasional, serta malam penganugerahan. Melalui kegiatan tersebut, tim PNUP berkesempatan memperkenalkan inovasi SMART CLOVE-DRYER sekaligus berbagi pengalaman dengan tim dari berbagai perguruan tinggi dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNUP, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., berharap inovasi SMART CLOVE-DRYER tidak berhenti pada keikutsertaan dalam ajang nasional, tetapi terus disempurnakan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Kami berharap inovasi mahasiswa PNUP ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa-desa penghasil cengkeh lainnya di Sulawesi Selatan. Dengan begitu, inovasi yang lahir dari kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Keikutsertaan PNUP dalam Abdidaya Ormawa 2026 menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi dan pengabdian di kalangan mahasiswa. Melalui SMART CLOVE-DRYER, PNUP menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga melahirkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.










