Pembelajaran Transformatif PNUP: Mahasiswa Telekomunikasi Hadirkan Internet 4G LTE ke Kampung Halaman
(HumasPNUP) — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus mendorong implementasi pembelajaran berdampak melalui metode pembelajaran transformatif (transformative learning) sebagai bagian dari Program SATRIA (Saintek Riset Pembelajaran Transformatif).
Program SATRIA merupakan program strategis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk periode 2026–2027. Program ini mendukung kebijakan Kampus Berdampak dengan meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang adaptif dan berbasis bukti.
Pembelajaran transformatif adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan menghasilkan perubahan mendasar dan mendalam pada cara berpikir, merasa, serta memandang diri sendiri dan dunia sekitar, bukan sekadar menambah hafalan atau keterampilan teknis.
Salah satu implementasinya dilakukan oleh Dosen Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro, Sulwan Dase, S.T., M.T., kepada mahasiswa Kelas 3B Teknik Telekomunikasi. Perkuliahan dilaksanakan selama 11 minggu secara tatap muka sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dengan penekanan kuat pada implementasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat terkait akses internet di wilayah sub-urban (pinggiran kota dan pedesaan).
Sulwan menegaskan bahwa fokus pembelajaran adalah berbasis implementasi. Dalam proses perkuliahan, mahasiswa diarahkan untuk menguasai empat kompetensi utama:
- Teknik dasar pembuatan jaringan radio komunikasi microwave dengan studi kasus jaringan 4G LTE;
- Perhitungan link budget untuk menentukan kelayakan jaringan;
- Pembangunan jaringan komunikasi dari base station terdekat (eNodeB) ke tepi sel di pedesaan menggunakan perangkat Customer Premises Equipment (CPE);
- Desain jaringan internet nirkabel (wireless) di lokasi CPE menggunakan router MIMO agar masyarakat setempat memperoleh akses internet melalui jaringan seluler 4G LTE.
“Pada 4 minggu terakhir, mahasiswa dilatih melakukan setting perangkat MIMO, switching, dan E/O Converter untuk jaringan fiber optik. Mahasiswa kemudian dibekali peralatan lengkap berupa CPE, outdoor antenna, indoor antenna, router MIMO, dan E/O Converter untuk diimplementasikan di lokasi yang telah ditentukan,” jelas Sulwan, Selasa (3/11/2026).
Uniknya, lokasi implementasi adalah kampung halaman mahasiswa itu sendiri. Setiap hari Sabtu, saat pulang kampung, mahasiswa memanfaatkan waktu tersebut untuk memasang peralatan dan menguji hasil desain yang sebelumnya telah diuji coba di Laboratorium Frekuensi Tinggi dan Gelombang Mikro PNUP.
Kegiatan ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun terakhir sebagai wujud nyata pengabdian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Tahun ini, Kelas 3B lebih memfokuskan kegiatannya pada layanan internet untuk masyarakat sub-urban sebagai bagian dari program PNUP Berdampak dan dukungan terhadap Program SATRIA,” tambah Sulwan.
Melalui kegiatan ini, PNUP menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga mampu memberikan solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat.










